Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keluarga bisa kirim data korban kebakaran gudang Kosambi lewat WhatsApp

Keluarga bisa kirim data korban kebakaran gudang Kosambi lewat WhatsApp Kerabat menanti hasil DNA korban ledakan gudang petasan di Kosambi. ©REUTERS/Beawiharta

Merdeka.com - Pihak RS Polri mempermudah keluarga korban kebakaran gudang kembang api dalam menyerahkan data-data yang dibutuhkan untuk ante mortem. Sebab, data itu mutlak dibutuhkan untuk proses ante mortem jenazah sebelum diserahkan ke keluarga.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri, Kombes Pol Edy Purnomo menuturkan, banyak keluarga yang hanya datang melaporkan anggota keluarganya yang disebut-sebut menjadi korban peristiwa tersebut. Namun kebanyakan dari mereka tidak membawa data yang dibutuhkan.

"Nah itu data yang dari keluarga yang susah, belum lengkap. Keluarga pertama datang kan hanya melapor," ujar Edy di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/10).

Pihak RS Polri memanfaatkan teknologi untuk kemudahan mengumpulkan data-data dari keluarga yang sudah melapor. Pihaknya membuat satu grup dalam aplikasi pesan WhatsApp. Di grup itu keluarga bisa mengirimkan data-data yang dibutuhkan.

"Di pos ante mortem itu dibuat grup korban kasus ini (ledakan gudang kembang api). Jadi perlu data apa, dishare lewat grup WA," ucapnya.

Edy menambahkan, dengan adanya grup Whatsapp keluarga korban yang memang tinggal jauh dari RS Polri tak perlu bolak-balik. "Dia akan kirim datanya ke kami, baik foto, kalau ada cincin kawin, kirim aja fotonya. Jadi enggak usah dateng mondar-mandir. Ya ada yang di Jakarta dan daerah lain. Jadi mereka cuma kirim foto aja," ucapnya.

Sampai saat ini RS Polri baru menyerahkan empat jenazah korban ledakan gudang kembang api kepada keluarga korban. Empat orang itu diantaranya Surnah (14) nomor kantong 01 dan nomor register kepolisian nomor 344, dengan alamat, Kampung Salembaran, RT 4, RW 16, Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, dengan tanggal lahir pada Tangerang 8 mei 2003. Tiga lainnya yang sudah teridentifikasi yakni Slamet Rahmat yang beralamat di Garut, Marwati Binti Atip yang beralamat di Tangerang, dan Sutrisna Bin Alim beralamat di Tangerang. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP