Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keluarga: Andika trauma dan merasa berdosa usai tabrakan maut

Keluarga: Andika trauma dan merasa berdosa usai tabrakan maut Keluarga Andika Pradika. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Andika Pradika (27), sopir mobil Nissan Grand Livina bernopol B 1796 KFL yang menabrak enam orang di Ampera Raya, Jakarta Selatan. Andika masih dirawat di RS Fatmawati, namun sudah menjalani pemeriksaan polisi.

"Keadaan Andika masih shock, trauma ada rasa ketakutan karena habis dipukuli dan berdosa karena menabrak warga hingga tewas," kata kuasa hukum Andika, Hidayat di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (29/12).

Menurut keterangan Ibu Ina yang datang ke RS bersama kuasa hukum, anaknya, Andika merupakan anak yang baik dan tidak pernah membuat masalah. Di antara teman-temannya, tambah Ina, Andika tidak ingin sahabatnya mengalami kesulitan.

"Andika anak yang tidak pernah bermasalah, temannya banyak, dia ringan tangan membantu temannya," kata Ina.

Ina mengatakan, mobil yang dikendarai Andika saat mengalami kecelakaan tersebut milik ayahnya. "Mobil itu milik ayahnya. Andika itu wiraswasta," ujar Ina.

Sebelumnya, polisi menemukan fakta lain terkait identitas Andika Pradika, sopir Nissan Livina maut yang menabrak sejumlah orang di sekitar Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (27/12) dini hari. Yakni, masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM) roda empat tersangka sudah habis sejak 2 tahun lalu.

"SIM-nya sudah mati dua tahun lalu yang dikeluarkan di Bekasi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (28/12). (mdk/ded)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP