Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keluarga 7 WNI disandera di Filipina gelar doa keselamatan bersama

Keluarga 7 WNI disandera di Filipina gelar doa keselamatan bersama Keluarga ABK korban sandera Abu Sayyaf. ©2016 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - Keluarga korban sandera ABK Charles, menggagas doa bersama, Sabtu (1/7) pagi. Mereka berharap keselamatan dan pembebasan 7 korban sandera dari tangan militan bersenjata Filipina.

Doa beserta baca surah Yasin bersama digelar sekitar pukul 10.00 WITA, di mes karyawan kediaman Elona Rahmadany, istri dari suami Robin Piter, salah seorang kru yang masih disandera militan.

"Iya Pak, kita doa bersama untuk keselamatan 7 orang termasuk suami saya," kata Elona, saat berbincang bersama wartawan di mes karyawan PT Rusianto Bersaudara, Sungai Lais, Samarinda, Sabtu (1/7) petang.

Hadir dalam doa bersama itu, Dian Megawati Ahmad istri dari kru korban sandera Ismail, ayah kandung kapten Ferry Arifin, para istri korban ABK selamat serta juru bicara keluarga korban sandera Kurnia Ginting, termasuk juga 2 ABK selamat lainnya, Syahril dan Reidgar.

"Belum ada kabar terbaru lagi hari ini. Kami tidak tahu, kabarnya itu-itu saja. Yang kami tonton di tv, dari pemerintah. Sementara dari perusahaan, belum ada," ujar Elona.

Lebaran tanpa suami, Robin Piter, bagi Elona memang bukan hal baru. Namun itu dikarenakan suaminya, tengah tuntutan tugas berlayar. "Beda kan sekarang ditawan orang, di bawah ancaman. Saya juga belum tahu persis kebenaran kabarnya, keberadaan dia," ucap Elona.

"Biasanya saya masak rendang kalau Lebaran karena saya kan asal Padang, suami saya suka sekali dengan rendang. Tapi kalau lebaran ini, mungkin saya pesan masakan saja buat anak-anak," tambahnya.

Meski demikian, Elona sendiri tidak lepas terus mengikuti pemberitaan kabar 7 sandera, baik dari televisi, media cetak juga media online. "Ya itu tadi kita percayakan kepada pemerintah. Dikatakan terus komunikasi, kemajuannya sampai mana?" tanya Elona.

Diketahui, TB Charles disandera saat berada dalam perjalanan di perairan dari Filipina menuju kembali ke Samarinda, Kalimantan Timur. Penyandera mengaku militan diantaranya Abu Sayyaf, akhirnya menyekap 7 dari total 13 ABK. Enam kru selamat, akhirnya tiba di Samarinda, Selasa (28/6) malam lalu.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP