Kelakuan memalukan para pendaki gunung
Merdeka.com - Mendaki gunung sudah menjadi suatu aktivitas yang banyak digemari oleh banyak remaja. Apalagi setelah adanya penayangan film layar lebar 5 CM, jumlah pendaki gunung di Indonesia semakin meningkat.
Sayangnya, sebagian dari para pendaki ini tidak mengindahkan berbagai aturan yang berlaku. Akibatnya, kondisi alam terancam rusak akibat ulah pendaki yang tidak bertanggung jawab.
Parahnya, ulah tak bertanggungjawab para pendaki Indonesia itu tak cuma terjadi di sejumlah gunung di tanah air. Mereka juga melakukan tindakan memalukan seperti membuang sampah dan mencoret-coret lingkungan di gunung di luar negeri yang mereka kunjungi.
Selain buang sampah sembarangan dan coret-coretan, pemetikan bunga Edelweis secara ilegal juga kerap dilakukan mereka. Berikut ini sejumlah tindakan tak bertanggungjawab para pendaki yang menyebabkan rusaknya kondisi alam di beberapa gunung, seperti dirangkum merdeka.com:
Grafiti 'Indonesia' di Gunung Fuji bikin malu WNI di Jepang
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebuah corat-coret bertuliskan 'CLA-X INDONESIA' dan 'RUDAI' mengotori bebatuan besar di Gunung Fuji, gunung tertinggi yang dianggap suci oleh sebagian warga Jepang 2014 lalu. Entah ulah siapa, namun hal tersebut sukses membuat malu sejumlah WNI yang tinggal di Jepang.Berdasarkan foto-foto yang diunggah media Jepang, coretan itu muncul di tiga lokasi dan salah satunya di batu yang berukuran cukup besar. Tulisan CLA-X diduga merujuk pada CLA-Ten (X=Ten) hingga bisa diartikan sebagai Klaten (kabupaten di Jawa Tengah) terdapat di jalur Fujinomiya yang berada di ketinggian 3.500 meter. Tulisan itu dibuat dengan menggunakan cat semprot warna oranye. Demikian juga tulisan 'INDONESIA' dan 'RUDAI'.Kejadian ini mendapat perhatian serius dari Badan Urusan Kebudayaan Jepang dan mereka akan segera melakukan upaya menghapus tulisan tersebut sebelum jumlah pendaki semakin banyak di gunung setinggi 3.776 mdpl itu.Abdul Hamid, mahasiswa program doktor di Doshisha University, Kyoto, Jepang mengaku sangat malu dengan aksi tidak terpuji tersebut."Tulisan Cla-X Indonesia dan Rudai/Rudal di beberapa batu di Fuji San sungguh membuat hati saya dongkol. Ya, anak yang menulis graffiti ini betul-betul sukses membuat malu orang Indonesia, khususnya di Jepang," ujar Hamid.
Timbunan sampah melambung di Gunung Gede
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBaru-baru ini tersebar foto kawasan Alun-alun Suryakencana Gunung Gede penuh dengan tumpukan sampah. Foto ini pun dibagikan kepada komunitas sesama pendaki dan traveler."Kalian itu keren loh, baru seminggu jadwal pendakian dibuka, sudah pindahin swalayan ke gunung. Pendaki sekarang bisaan ya, Alun-alun Suryakencana Gunung Gede yang tidak banyak gundukan dibikinin gunungan begini. Luar biasa hebat!" dikutip dari akun Elyudien dalam jejaring sosialnya, Senin (13/4).Sejumlah kecaman pun ditunjukkan bagi para pendaki yang gemar buang sampah di gunung ini. Pemilik akun Leonardus Nugroho mengatakan "Itulah pendaki muda muda sekarang, pendaki karbitan. Kecewa banget,". Sementara yang lainnya berujar, "Harusnya hukum buang sampah sembarangan juga diterapin untuk pendaki gunung tuh,"Kawasan Alun-alun Suryakencana Gunung Gede adalah kawasan Taman Nasional yang mempunyai padang bunga Edelweiss di Gunung Gede. Tak hanya itu, pemandangan di Alun-alun Suryakencana Gunung Gede juga makin indah dengan hiasan alam berupa tebing-tebing kokoh dan tanaman-tanaman arbei. Tak jarang di sini banyak pendaki yang melepas lelah di kawasan ini sambil menikmati pemandangan surgawi Gunung Gede.
Buang sampah dianggap wajar karena sudah bayar mahal
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebuah pernyataan dari salah satu pengguna Facebook menimbulkan keprihatinan masyarakat. Seakan membela diri, pemilik akun bernama Wahyu Martien ini malah mengeluh uang masuk yang mahal serta tak mau disalahkan soal buang sampah sembarangan.Secara terang-terangan, Wahyu menyebut para pendaki sudah diperas secara perlahan oleh pengelola Gunung Semeru. Tak hanya itu, dia menyarankan agar biaya masuk tidak mahal jika tidak mau dikotori."Ticket ke Semeru per harinya Rp 22.500 x 500 orang per hari. Pendapatan bersih Rp 11.250.000 per hari. Berapa banyak uang yang didapatkan petugas setiap hari. JADI JANGAN SALAHKAN kita kalau ke sana BUANG sampah sembarangan di sana. Karena kita bayar ongkos PETUGAS KEBERSIHANNYA MAHAL. Belum lagi di Perdaya naik jeb nya yang MAHAL @Semeru," demikian dikutip dari akun Wahyu Martien, Jumat (5/6).Komentar nyeleneh tersebut lantas dibully oleh para pendaki gunung. Mereka menilai postingan Wahyu sebagai sampah."Ini bukan persoalan seberapa besar rupiah yang sudah para pendaki keluarkan tapi lebih mengedepankan seberapa besar kepekaan kita akan tetap lestarinya alam ini. Meski sudah ada petugas kebersihan bukan berarti para pendaki bisa seenaknya aja buang sampah sembarangan di gunung. Mari sama-sama menjadi pendaki yang cerdas, pendaki yang berakal dan pendaki yang selalu menjaga lestarinya alam ini."Komentar ini lantas mendapatkan banyak tanggapan dari para pendaki lainnya."Ep 22.500 mahal. Menang di wahana permainan berapa? Anakku aja mandi bola Rp 25.000. Tuh yang buat anak-anak. Lo di wahana permainan yang all age lebih mahal lagi lah. Ke water park Rp 55 ribu cuma mainan air. Yang lengkap Studio Trans itu di Bandung Rp 250 ribu 1 orang tuh waktu launching-nya. Sekarang enggak tahu. Naik gunung kok disamain sama ke wahana permainan? Ngelu wong iki," keluh Chie.
Berkurangnya ekosistem bunga Edelweis
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comLeontopodium atau Anaphalis Javanica atau yang sering kita kenal dengan sebutan Edelweis atau bunga keabadian merupakan jenis tanaman ini sudah dilindungi oleh undang-undang. Karena kelangkaannya, Edelweis yang hanya bisa tumbuh apabila terkena sinar matahari langsung ini tidak boleh dipetik dan apalagi dicabut hingga ke akar-akarnya.Bunga yang biasa tumbuh di ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut ini selain langka juga dikenal memiliki mitos. Salah satu yang terkenal adalah bagi mereka yang memberikan bunga ini kepada pasangannya, maka cintanya akan abadi.Percaya atau tidak, banyak orang yang percaya dengan mitos ini dan memilih memetik bunga ini untuk dipersembahkan kepada pasangannya. Beberapa pendaki yang menjadi narasumber merdeka.com memberikan kesaksian, bahwa mereka pernah melihat banyak bunga edelweis di beberapa gunung di daratan Jawa terdapat bekas petikan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.Perlu diketahui, ketika bunga edelweiss dipetik, maka mereka sudah tidak mempunyai kesempatan lagi untuk tumbuh.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya