Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kelak, tak ada lagi sebutan CEO wanita

Kelak, tak ada lagi sebutan CEO wanita CEO XL Dian Siswarini. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Tidak bisa dipungkiri, jika sebutan CEO wanita masih melekat di setiap perempuan yang berada di pucuk pimpinan perusahaan. Sebutan itu merupakan buah pemikiran masyarakat yang masih mengkotak-kotakan gender.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh CEO XL Axiata, Dian Siswarini. Kendati begitu, dia meyakini lambat laun istilah tersebut akan hilang sendirinya jika sudah banyak wanita-wanita yang diamanahkan menjadi seorang pemimpin.

"Nah sayangnya, sistem pengotakan masih terjadi. Tapi nanti, pada tahun 2030 tidak ada lagi istilah pemimpin perempuan yang ada hanyalah pemimpin. Karena orang itu udah akan terbiasa melihat perempuan itu menjadi memimpin. Jadi diprediksikan, kata CEO Wanita itu tidak akan ada lagi," jelasnya.

ceo xl dian siswarini

CEO XL Dian Siswarini ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Dian juga memaparkan sebuah data di mana keberadaan para wanita di jajaran Board of Director (BoD) sebuah perusahaan, akan menciptakan peningkatan terhadap perusahaan itu sendiri. Oleh sebab itu, ia berpendapat bahwa makin banyak perempuan di tataran BoD suatu korporasi, maka akan menimbulkan efek nyata bagi perusahaan.

"Saya rasa kita perlu banyak lagi pemimpin wanita. Berdasarkan survei ya, kalau di suatu korporasi, ada satu BoD membernya perempuan, itu bisa membuat performance perusahaan itu naik 30 persen. Kemudian kebanyakan pemimpin wanita itu lebih bisa mengayomi karyawannya dan pemimpin wanita itu lebih care terhadap people development," katanya.

Pendapat Dian itu bukanlah sebuah bualan belaka, terbukti XL Axiata selama kuartal pertama tahun 2016, berhasil meraih pertumbuhan pendapatan sebesar 2% YoY. Terlepas dari itu, belum lama ini XL Axiata juga mengangkat direktur baru yang notabene perempuan. Direktur baru tersebut adalah Yessie D. Yosetya yang ditunjuk sebagai Direktur Independen.

Jangan kesampingkan keluarga

Namun demikian, menjadi CEO sebuah perusahaan besar, Dian Siswarini, mengakui, perlunya komitmen dan fokus kepada keluarga terutama anak saat waktu bersamanya. Ada pelajaran penting yang dipetik dan menjadi introspeksi waktu itu. Kala itu, saat waktu bersama anak-anaknya semasih kecil, Dian mencoba mencuri-curi waktu untuk bekerja dengan menggunakan ponselnya. Fokusnya pun terpecah, antara mengawasi anak yang sedang bermain sambil bekerja.

Alhasil, merasa saat itu kurang diperhatikan, sang anak pun tanpa panjang lebar berkata-kata langsung merebut ponsel miliknya. Ia pun kaget dan tak bisa berbuat apa-apa. "Blackberry saya dilempar sama anak saya," tuturnya.

Peristiwa itu, membuatnya semakin menyadari bahwa anak akan merasakan jika orang tuanya tak benar-benar fokus kepada mereka. Kini, kejadian itu sebisa mungkin tidak dirinya lakukan lagi.

"Ibaratnya, lagi main sama dia, kok saya malah sibuk sendiri. Itu pelajaran buat saya. Jadi

ketika sedang bermain anak, saya harus fokuskan ke mereka," kata Dian.

ceo xl dian siswarini

CEO XL Dian Siswarini ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Pelan-pelan, anak-anaknya pun sudah tumbuh dewasa dan mengerti pekerjaan sang Ibunya. Meski begitu, Dian tetap meluangkan waktunya untuk sekadar mengobrol bersama anak-anaknya dan suaminya atau bahkan melakukan liburan bersama.

"Jadi, saya ikutin itu hobi mereka. Yang kecil misalnya, dia itu suka hacking, saya juga harus ikut dia punya hobi. Kemudian yang besar, suka golf, ya sudah kita golf bareng. Kegiatan favourite keluarga itu traveling. Saya juga punya waktu khusus untuk anak yang pertama, kedua, ketiga, dan suami. Jadi saya dedikasikan waktu saya seperti itu untuk keluarga," ungkapnya.

(mdk/war)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP