Kejamnya juru parkir liar di Samarinda, main 'getok' seenaknya
Merdeka.com - Warga Samarinda, Kalimantan Timur dibuat gerah dengan ulah juru parkir liar yang mematok besaran uang parkir seenaknya sendiri. Sudah sebulan kejadian ini berlangsung. Sehingga korban pun lebih dari hitungan jari.
Ramadhani, warga Jalan Dr Soetomo, menceritakan pengalaman pahit ini. Pada Sabtu (20/2), malam dia melintas di kawasan GOR Segiri Jalan Kesuma Bangsa. Pada saat bersamaan, memang sedang berlangsung laga sepak bola persahabatan. Saat melintas tiba-tiba Ramadhani dicegat juru parkir liar dan meminta uang Rp 3.000.
"Aneh, padahal saya tidak sedang parkir, cuma lewat, tidak menonton. bola. Kok jadi saya merasa dipalak," kata Ramadhani kepada merdeka.com, Minggu (21/2).
Keluhan disertai keresahan lainnya diungkapkan Pratiwi, yang tinggal di Jalan Panglima M Noor. Seringkali, sepulang dia berbelanja di minimarket menjadi sasaran juru parkir liar yang meminta uang parkir bervariatif. Mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 3.000. Padahal biasanya dia hanya memberi Rp 2.000 saban parkir.
"Mau tidak mau saya kasih Rp 3.000 karena saya perempuan. Takutnya saya nanti diapa-apain. Cepat kaya tukang parkir kalau seperti ini. Heran, kok tidak ada tindakan dari petugas (aparat)," keluh Pratiwi.
"Mereka itu, tukang parkir liar pintar bodohi. Kan di minimarket ada plang tertulis parkir gratis. Tapi plang itu dibaliknya, jadi tidak terlihat. Tetap minta uang parkir," ujar Pratiwi.
Penelusuran merdeka.com, para juru parkir liar memang semakin menjamur. Tidak hanya di minimarket, melainkan pada sejumlah ruas jalan yang terdapat lahan parkir. Di antaranya di kawasan Jalan KH Abul Hasan, Jalan Pangeran Diponegoro, hingga di kawasan Jalan Gadjah Mada. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya