Kecewa, pejalan kaki Malang mau ke Mekkah
Merdeka.com - Rencana Indra Azwan (53) untuk mengadukan nasibnya ke anggota dewan pertimbangan presiden sia-sia. Setelah menunggu beberapa jam di Gedung Wantimpres Jalan Veteran III tidak menemui hasil.
Tidak ada satu pun anggota dewan pertimbangan presiden yang nongol menemui Indra. Padahal, Indra sudah mengeluarkan uangnya sebesar Rp 25 juta untuk dikembalikan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Saya intinya memaksakan ingin bertemu SBY. Kalau tidak bertemu dengan SBY, tanggung risiko," kata Indra dengan muka marah, Selasa (20/3).
Dengan muka masam, Indra akhirnya keluar dari Gedung Wantimpres. Ia kembali menuju Gedung Sekretariat Negara (Setneg).
"Omong kosong pejabat negara, ngaret," ujar Indra.
Namun Indra tidak patah arang, jika di Istana tidak mendapatkan keadilan ia akan berjalan kaki dari Jakarta ke Mekkah.
Indra adalah seorang pria asal Malang, Jawa Timur. Ia kembali ke Jakarta untuk ketiga kalinya.
Niatnya ke Jakarta untuk menagih janji kepada Presiden SBY yang akan membantu mengusut kematian anaknya Rivki Andika (12) karena ditabrak lari oleh polisi pada 8 Febuari 1993.
Dalam kesempatan yang ketiga ini, Indra berjalan kaki seorang diri dari Malang, Jawa Timur. Dia berangkat pada 18 Februari lalu. Indra tiba di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Minggu (18/3) pukul 19.30 WIB. Dia telah menempuh perjalanan selama 30 hari. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya