Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keceriaan balita NNA kini tinggal kenangan

Keceriaan balita NNA kini tinggal kenangan Pelaku pembunuh balita. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Bocah NNA ditemukan tewas mengenaskan di semak belukar daerah Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Bocah berusia lima tahun itu diduga dibunuh tetangganya sendiri bernama Zurzani (45).

Peristiwa tragis ini menjadi kesedihan mendalam pihak keluarga, lantaran tak ada lagi keceriaan NNA yang selama ini menghiasi mereka. Semua tentang NNA kini tinggal kenangan orang-orang terdekatnya.

Orang tua N menceritakan buah hatinya hilang pada Kamis (7/7) sekitar pukul 11.00 WITA, dalam suasana Idul Fitri. Mereka tengah menerima tamu yang bersilaturahmi. N saat itu terlihat sedang bermain di halaman rumah yang disaksikan juga oleh keluarga lainnya.

"Keponakan saya lihat ada Izur (sapaan Zurzani) lewat depan rumah pakai motor (Honda) Beat punya keluarga saya juga, anak saya (N) langsung mau ikut. Tidak ada kecurigaan karena dia (Izur) tetangga dekat," kata ibu kandung N, Sabna, saat berbincang, Kamis (14/7) siang.

Menurutnya, usai waktu Zuhur ketika rumah mulai tidak ada warga yang berkunjung Lebaran, Sabna mulai mencari N. Warga sekitar mengatakan, Izur sudah ada di rumahnya, dan motor sudah dikembalikan namun dipinjam lagi tetangga Sabna.

Saat di rumah, tetangga melihat pakaian Izur dikotori lumpur dan mengaku dari rawa-rawa. Saat ditemui Sabna di rumahnya, Izur terlihat seperti orang yang selesai mandi.

"Saya datang ke rumah Izur, saya tanya di mana Azlya (panggilan N). Dia bilang tidak tahu. Saya pastikan lagi ke keponakan saya, memang lihat N ikut sama dia (Izur)," ungkap Sabna.

Masih belum jelas keberadaan N usai Sabna menemui Izur di rumahnya. Hingga pukul 15.00 WITA sore, Sabna dan suaminya, Faturahman, mencari keberadaan N. Namun di perjalanan, keduanya bertemu kembali dengan Izur sedang bersepeda.

"Kita tanya lagi ke dia (Izur), dimana Azlya. Tapi dijawabnya tidak tahu, sambil buru-buru pergi," sebut Sabna.

Hingga usai waktu salat Zuhur, hilangnya N pun diumumkan di masjid. Sabna, suami dan keluarganya yakin waktu itu setelah diumumkan di masjid, N bisa pulang ke rumahnya.

"Kalau di Sangkulirang ini, diumumkan di masjid saja dan kalau N tersesat pasti ada yang mengantarkannya pulang. Tapi ternyata N tidak pulang-pulang sampai malam," tambahnya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP