Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kecanduan game online, pelajar di Sleman rampas handphone pemotor

Kecanduan game online, pelajar di Sleman rampas handphone pemotor Ilustrasi pencurian smartphone. ©2015 Techweekeurope.co.uk

Merdeka.com - Gara-gara kecanduan game, seorang pelajar berusia 16 tahun berinisial F harus berurusan dengan polisi. F ditangkap oleh petugas dari Polsek Pakem karena melakukan perampasan sebuah telepon genggam.

Kapolsek Pakem, Kompol Sudaryanto mengatakan, F melakukan perampasan telepon genggam milik FR (13) warga Ngemplak, Sleman. Perampasan bermula ketika korban dalam perjalanan pulang ke rumah dari sekitaran Museum Merapi, Pakem, Sleman. Saat perjalanan pulang, korban dipepet oleh pelaku. Pelaku meminta uang kepada korban.

"Korban yang tak punya uang akhirnya diminta telepon genggamnya oleh pelaku. Pelaku beralasan meminjam telepon genggam milik korban selama tiga hari. Kalau tidak diberikan, pelaku mengajak korban berkelahi. Karena takut akhirnya telepon genggam diberikan korban kepada pelaku," terang Sudaryanto, Senin (16/1).

Sudaryanto menuturkan, setelah mendapatkan telepon genggam milik korban, pelaku pun pergi. Beberapa hari setelahnya, korban sempat melihat pelaku sedang bermain di warnet yang ada di kawasan Degolan, Pakem, Sleman.

"Korban pun kemudian melaporkan keberadaan pelaku kepada bapaknya. Pelaku lalu didatangi oleh bapak korban. Awalnya pelaku mengelak. Namun setelah didatangkan korban, pelaku pun mengakui perbuatannya," ungkap Sudaryanto.

Sudaryanto memaparkan kemudian pelaku pun dibawa ke Polsek Pakem. Dari hasil pemeriksaan, telepon genggam milik korban telah dijual oleh pelaku seharga Rp 450 ribu.

"Uang hasil penjualan itu digunakan pelaku untuk bermain game online, beli bensin dan jajan. Saat ini kasus masih kami tangani. Pelaku berstatus anak di bawah umur," pungkas Sudaryanto.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP