Kebakaran tewaskan 6 orang di Samarinda, 5 korban sembunyi dalam drum
Merdeka.com - Kebakaran di Jalan Merdeka 2, RT 91, Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur, menewaskan 6 orang sekaligus dalam satu rumah yang dikepalai Erhamsyah (74). Lima jasad diantaranya, ditemukan menumpuk dalam 2 drum berisi air. Proses evakuasi berlangsung dramatis.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 Wita dini hari tadi. Kobaran api awalnya menyambar bagian depan, di rumah yang juga sekaligus jadi warung sembako. Kurang dari 30 menit, api menyambar rumah sebelah kiri milik Erhamsyah, milik Husin Tandri, yang juga ludes.
Usai menyelamatkan Jumiati (74) yang kebetulan sedang tidur di depan warung, warga sempat menggedor rumah Erhamsyah, mengingat kobaran api sudah mengepung di bagian depan.
"Digedor-gedor tidak ada yang bangun. Sementara api dari bagian depan ini sudah besar sekali," kata tetangga depan Erhamsyah, Hasbi, ditemui merdeka.com di lokasi, Selasa (17/4).
Seketika, bangunan tua yang ditempati Erhamsyah pun ambruk setelah api melahap satu persatu kerangka kayu. "Awal api itu dari bagian depan. Kan tiang listrik ini masuk di dalam warung sembako. Entah mungkin karena konsleting listrik," ujar Hasbi.
"Ternyata memang benar ada Pak Erhamsyah, anak dan keponakannya di dalam. Semuanya ada 6 orang, ditemukan meninggal Pak," ujar Hasbi.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00 Wita. Petugas pemadam dan relawan, berjibaku mengevakuasi korban. Lima diantaranya, ditemukan di dalam 2 drum berbeda. "Satu drum isi 2 orang, ada lagi 1 drum isi 3 orang. Satunya lagi ditemukan terjepit di kamar mandi," ujar Wasiman (47), salah seorang relawan kebencanaan di lokasi.
Sebelum terjadinya kobaran api, tidak terdengar ledakan apapun. "Tapi setelah api semakin membesar, baru ada ledakan elpiji 3 kilogram. Ada sekitar 20 tabung di warung sembako di rumah korban Pak Erhamsyah ini. Ada juga 2 motor terbakar," ujar Wasiman.
Pantauan merdeka.com di lokasi, tidak ada jalan keluar bagi Erhamsyah dan 5 anggota keluarganya yang terjebak di dalam rumah. Mengingat, bagian belakang rumah berupa tembok. Kasus itu sedang ditangani Polsekta Sungai Pinang, bersama dengan Polresta Samarinda, dengan memasang garis batas polisi di puing rumah Erhamsyah.
Sementara, 6 jenazah hingga pukul 11.55 Wita, masih berada di RSUD AW Syachranie. Warga ramai berkumpul, menunggu kedatangan keenam jenazah, yang rencananya akan dimakamkan hari ini juga.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya