Kebakaran hutan di Sumatera, titik api terus bertambah

Reporter : Abdullah Sani | Selasa, 18 Juni 2013 21:48




Kebakaran hutan di Sumatera, titik api terus bertambah
Kebakaran Hutan. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Riau kembali mempengaruhi kemunculan hotspot atau titik panas. Bahkan sejak tiga hari terakhir, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat, ada ratusan lebih titik panas yang mengelilingi Riau.

Menurut Analisis BMKG Pekanbaru, Warih Budi Lestari, dari hasil monitoring satelit NOAA, ada 148 titik panas yang menyebar di hampir seluruh Riau, Selasa (18/6). Total tersebut merupakan jumlah titik panas terbanyak dari 187 titik panas yang terdapat di Sumatera.

"Hotspot di Riau jumlahnya bertambah banyak, dari 187 hotspot di Sumatera, 148 titik berada di Riau. Sisanya Sumbar 5 titik, Jambi 26 titik, Sumsel 1 titik, Bengkulu dan Lampung masing-masing 1 titik,"ujarnya.

Selain terbanyak di Sumatera, Warih mengaku, total 148 titik panas tersebut juga merupakan yang terbanyak dibandingkan hari-hari sebelumnya. Di mana pada Senin (17/6) lalu, hanya ada 106 titik panas di Riau, sedangkan Minggu (16/6) jumlahnya mencapai 115 titik.

Masih menurut Warih, peluang hujan di wilayah Riau pun menjadi nihil, dikarenakan hotspot meningkat tajam. "Cuaca di Riau umumnya cerah hingga berawan, belum ada peluang hujan,"pungkasnya.

Selain itu, sambung Warih, juga akibat faktor adanya badai tropis LEEPI yang berada di sebelah timur Philipina sehingga menyebabkan masa udara di Riau tertarik ke pusat badai tropis serta membuat pembentukan awan hujan di Riau menjadi terganggu.

Disinggung mengenai suhu udara, warih menuturkan, kategori suhu di Riau pun masih tergolong panas. Mencapai 35,2 derajat celcius.

"Suhu tertinggi hari ini, mencapai 35,2 derajat celcius. Sehari sebelumnya hampir sama antara 34-35 derajat celcius,"bebernya.

Terkait adanya badai Tropis LEEPI di timur Philipina, Warih mengaku keberadaan badai tropis itu diperkirakan masih tetap ada sampai dua hari ke depan.

"Hingga dua hari ke depan nanti, peluang hujan tetap masih sangat minim,"cetusnya.

Warih mengatakan, dengan keadaan cuaca yang sangat panas dan kering saat ini, sangat mudah menjalar, terutama di daerah yang memiliki banyak hotspot. Jika tak dicegah, maka akan sulit untuk memadamkannya. Apalagi hujan juga masih nihil.

"Hal itulah yang selalu menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Mesti ada pencegahan dari pihak terkait," singkatnya.

Sementara, untuk visibility atau jarak pandang, terhitung Selasa (18/6) pukul 07.00 WIB pagi, jarak pandang di Pekanbaru masih normal dan mencapai 10 km.

[tyo]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Ulama Iran keluarkan fatwa menentang Internet
  • Waspada! Modus baru pencurian mobil mewah di Jakarta!
  • Ini cara mudah atasi luka akibat bercukur!
  • Usai disidang komite etik UGM, Florence minta maaf dan nangis
  • Lindsay Lohan jadi 'Tersangka' kasus tabrakan
  • Pendiri sebut jika kader cinta Golkar, maka lengserkan Ical
  • Polda Jabar akan limpahkan berkas video porno mantan Wabup Bogor
  • Bos Newmont banyak berdoa biar dapat rekomendasi ekspor
  • Tanjung Lesung bakal disulap seperti Dubai
  • Bertengkar, mata Vebby Palwinta dan Andania Suri bengkak
  • SHOW MORE