Kebakaran dua rumah di Medan diduga terkait sengketa lahan
Merdeka.com - Keluarga korban kebakaran yang menewaskan 4 orang di Jalan Milala, Simpan Gardu, Sidomulyo, Medan Tuntungan, curiga ada kesengajaan dalam peristiwa itu. Kecurigaan mereka didasarkan sejumlah kejanggalan.
Salah satu kejanggalan itu, karena salah seorang korban bernama Franki Ginting, tengah mandi saat kebakaran. Serta ditemukannya bekas luka pukulan benda tumpul di kepala Franki.
"Karena mereka mau pesta pergi ke Desa Pil Pil, Sibolangit. Kalau kejadian ini murni kebakaran, pasti dia (Franki) bisa menyelamatkan diri. Nah di bagian kepalanya ada kami lihat bekas luka hantaman benda tumpul. Dugaan keluarga kami, mereka sengaja dihabisi orang suruhan," ujar Hidup Sinuhaji, paman Franki.
Franki merupakan seorang dari 4 korban yang tewas dalam kebakaran itu. Dia ditemukan tak bernyawa bersama ibu dan dua anaknya.
Sinuhaji pun menduga kebakaran itu terkait dengan sengketa tanah tempat berdirinya rumah yang terbakar. Sengketa itu sudah diselesaikan di pengadilan, dan keluarga Sinuhaji dimenangkan.
Menurut Sinuhaji, keluarganya juga sudah 3 kali coba dicelakai. "Kami menduga pelakunya orang suruhan. Modusnya sama mau dibakar. Kami pernah mendapati bensin dalam bungkus plastik di dekat rumah korban," beber Sinuhaji.
Sejumlah warga di sekitar lokasi juga menduga adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran itu. Mereka mengaku mengetahui penghuni rumah beberapa kali diteror orang tidak dikenal.
"Yang saya tahu, ini ketiga kalinya. Sebulan lalu rumah itu disirami bensin. Tapi nggak tahu masalahnya apa," kata Boru Tampubolon, salah seorang penghuni rumah kontrakan milik korban.
Kasus ini kini masih ditangani penyidik Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho, menyatakan pihak Labfor Cabang Medan masih menyelidiki penyebab kebakaran itu.
Jasad korban pun sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diautopsi. Polisi sudah memeriksa 8 saksi terkait peristiwa ini.
"Kita tidak boleh berandai-andai. Biar tim Labfor bekerja untuk memastikan apa penyebab dan motif kebakaran hingga ada korban jiwa," ucap Sandi.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya