Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kawasan wisata Tanjung Lesung bakal jadi lebih keren

Kawasan wisata Tanjung Lesung bakal jadi lebih keren Jokowi blusukan ke Tanjung Lesung. ©2015 merdeka.com/putri artika r

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengembangkan Kampung Wisata Cikadu di Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten. Tujuannya ialah supaya bisa menjadi destinasi pariwisata baru berbasis pembangunan perdesaan ditunjang oleh potensi sumber daya lokal dan pengembangan ekonomi kerakyatan.

Pengembangan ini masih terkait dengan masuknya Tanjung Lesung sebagai satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Desa Cikadu dipilih karena memiliki berbagai macam potensi. Seperti kerajinan batik Cikadu dan agrowisata salak purus. Rencananya, bakal dibangun danau yang dilengkapi taman bermain dan juga restoran apung, serta amphiteater. Selain itu, juga akan dibangun infrastruktur pendukung seperti gerbang kawasan boulevard, plaza, pendopo, dan pelataran parkir di desa tersebut.

Kementerian PUPR juga bakal menyiapkan pembangunan infrastruktur dasar dan penanganan sanitasi dengan membangun toilet, Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS 3R), MCK Komunal, dan SPAM sebagai sumber air bersih untuk menunjang Kampung Wisata Cikadu.

Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Rina Farida mengatakan pembangunan infrastruktur di lokasi destinasi pariwisata sangat penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar lokasi.

"Selain itu, pembangunan infrastruktur di kawasan wisata juga menjadi simbol pariwisata di Indonesia guna mendukung Nawacita," terangnya.

Pengembangan infrastruktur di KSPN Tanjung Lesung berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 80 miliar secara tahun jamak (multiyears) 2016-2018. Progres fisik hingga saat ini mencapai 33 persen.

Di sisi konektivitas, Kementerian PUPR membangun jalan tol Serang-Panimbang sepanjang 84 km untuk menunjang KSPN Tanjung Lesung. Tol Serang-Panimbang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dimana dukungan pemerintah berupa konstruksi sepanjang 33 Km.

Sementara sisanya dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Wijaya Karya Serang Panimbang dengan biaya konstruksi sebesar Rp 3,56 triliun. Pembangunan Tol Serang-Panimbang dalam tahap pembebasan lahan dan ditargetkan akan operasional tahun 2019. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP