Kawasan prostitusi Baturraden tak mau terima PSK eks Kalijodo
Merdeka.com - Kawasan pelacuran Kalijodo, Jakarta, kini sudah rata dengan tanah. Namun, dampaknya malah membikin daerah lain waspada dengan perpindahan para pekerja seks komersial dari tempat itu.
Salah satu wilayah ketar-ketir dengan eksodus pelacur Kalijodo adalah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Paguyuban Pondok Boro (PPB) Baturraden menyatakan mengantisipasi kemungkinan itu ke kawasan prostitusi di Baturraden.
"Kami setiap waktu melakukan pendataan ulang. Jangan sampai PSK Kalijodo eksodus ke Baturraden," kata Ketua PPB Baturraden, Amir, kepada wartawan di Banyumas, Selasa (1/3).
Menurut Amir, pemantauan terhadap pekerja seks komersil di lokalisasi menjadi tanggung jawab PPB Baturraden, yakni Gang Sadar (GS) 1 dan GS 2, sangat mudah karena setiap saat didata. Akan tetapi, jika PSK pindahan dari Kalijodo itu menempati rumah kos di luar GS 1 dan GS 2, kata dia, akan menjadi permasalahan karena tidak terorganisasi dan tidak diawasi.
Sebab, menurut Amir, pelacur menempati rumah kos di luar GS 1 dan GS 2 jumlahnya lebih banyak. Yakni mencapai sekitar 200 orang.
"Kalau di GS 1 dan GS 2 yang menjadi tanggung jawab kami hanya ada 100 orang dan menempati 35 rumah," ujar Amir, seperti dilansir dari Antara.
Amir mengatakan, berdasarkan hasil pendataan terakhir, belum terlihat ada PSK pindahan dari Kalijodo ke Baturraden. Dia menduga, PSK Kalijodo akan memilih tempat di kota-kota besar karena bayarannya lebih tinggi jika dibandingkan Baturraden.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya