Kawasan Denpasar diguyur hujan 2 jam, tembok penyangga sekolah jebol
Merdeka.com - Hujan lebat sekira dua jam mengguyur kawasan Denpasar, Bali, Senin (26/9). Meski cuma dua jam, guyuran hujan deras itu membuat tembok sandaran sekolah hancur dan sebuah toko butik Griya Fashion hancur usai tertimpa pohon tumbang.
Hujan yang mulai turun sekitar pukul 12.30 WITA tadi, membuat sandaran Sungai Tagtag tepat di sebelah timur SD Negeri 22 Dauh Puri ambrol. Hal ini juga berdampak pada tembok SD 22 Dauh Puri dan satu pelinggih (tugu) di sekolah tersebut rusak parah.
Selain itu, satu unit bangunan kantin sekolah yang berada tepat di atas sandaran sungai juga nyaris ambruk. "Yang rusak jelas tembok, kalau kantin nyaris ambruk," kata Kepala SD 22 Dauh Puri, Nyoman Repun, Senin (26/9) siang.
Menurut dia, ambrolnya sandaran sungai diduga lantaran bangunan tembok yang sudah tua serta hujan yang terus menerus mengguyur beberapa hari ini.
"Sekolah ini ada dari tahun 1983. Sementara sandarannya sudah ada sebelumnya. Sepengatahuan saya, selama ini belum pernah ada perbaikan. Dampaknya, tembok sekolah kami ikut ambrol," jelas Repun, seraya memastikan saat tembok abrol bersamaan dengan jam siswa pulang sekolah Senin siang (26/9).
Selain hal tersebut, informasi yang diterima juga terjadi kembali pohon tumbang di wilayah Denpasar. Kali ini menimpa sebuah butik yang berada di Jalan Hyam Wuruk Denpasar. Syukur saat peristiwa terjadi, penjaga butik sedang keluar, namun seisi barang dalam toko hancur akibat tertima pohon perindang jalan ini.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya