Kata Mahathir Indonesia butuh Soeharto, benarkah?

Reporter : Baiquni | Sabtu, 11 Mei 2013 08:00




Kata Mahathir Indonesia butuh Soeharto, benarkah?
Soeharto-Mahathir. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad menilai, Indonesia membutuhkan pemimpin seperti Soeharto . Di mata Mahathir, Soeharto merupakan sosok yang kuat dalam memimpin.

Hal itu diamini oleh Pakar Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro. Menurut dia, karakter Indonesia sebagai negara archipelago memang membutuhkan karakter strong leadership.

"Indonesia ini kan archipelago, bentuknya unik. Dengan model negara seperti ini memang dibutuhkan pemimpin yang memiliki strong leadership yang bisa melihat dan memadupadankan semua karakter dari masing-masing daerah, juga menjaga agar tiap daerah itu tidak kehilangan pegangan," ujar Zuhro kepada merdeka.com, Jumat (10/5).

Namun demikian, Zuhro tidak sepakat jika model kepemimpinan Soeharto kembali diterapkan dalam masa sekarang. Menurut dia, model kepemimpinan itu justru kontraproduktif dengan misi pembangunan bangsa.

"Jika menerapkan model lama, saya melihat memang di satu nsisi tuntutan-tuntutan daerah itu bisa diredam karena bukan otonomi daerah. Tapi, di sisi lain dihadapkan pada misi pembangunan, justru sistem itu tidak mencerminkan developed (terbangun), bahkan underdeveloped (tidak berkembang)," kata Zuhro.

Selanjutnya, Zuhro menegaskan, keberadaan strong leadership memang sangat dibutuhkan untuk membangun bangsa ini, Tetapi, hal itu tentu harus disesuaikan dengan kondisi kekinian, yang menjunjung tinggi keterbukaan sebagai ruh demokrasi.

"Sosok strong leadership itu untuk saat ini adalah seorang pemimpin yang dapat berkomunikasi dengan publik, mampu menampung aspirasi publik dan memenuhi aspirasi itu. Bukan lagi dengan model pemerintahan yang otoriter," terang Zuhro.

Lebih lanjut, Zuhro menambahkan, sosok strong leadership yang diharapkan bukan berasal dari kalangan militer seperti Soeharto . Namun demikian, dia lebih menekankan pada perilaku kepemimpinan seseorang yang benar-benar menunjukkan seorang pemimpin, bukan penguasa.

"Strong leadership itu bukan harus dari militer. Dalam hal ni tindakan seorang pemimpin benar-benar mencerminkan bahwa dia adalah seorang pemimpin, bukan penguasa. Dia mau berkorban untuk rakyatnya dan memiliki dedikasi tinggi bagi pembangunan negara," pungkas dia.

[ded]
Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Malaysia# Soeharto

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Ngaku polisi, begal rampas motor yang dikendarai bocah 12 tahun
  • BlackBerry luncurkan 'Leap', smartphone 5 inci yang tak spesial?
  • Guru SMA gantung diri di kelas, jasadnya diturunkan murid
  • Ronda Rousey Tantang Iko Uwais Tanding Bareng Dalam 'MILES 22'
  • PNS PN Bandung jadi tersangka kasus korupsi pembangunan SMA
  • Usai tiduri pacar, kuli angkut dipaksa nikah
  • Ruki ngaku KPK kalah dan kasus BG dilimpahkan, ini kata Bambang
  • Mahkamah Partai Golkar menangkan Agung Laksono, Ical kalah
  • Kejaksaan dinilai belum boleh pindah Bali Nine ke Nusakambangan
  • Tempo dibidik terkait BG, Tedjo jamin tak akan kembali ke zaman Orba
  • SHOW MORE