Kasus warga vs PTSI, Ganjar curhat soal Mbah Rono pada Buyung
Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyesalkan sikap Kementerian ESDM, dalam hal ini sikap ahli geologi sekaligus sebagai Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Surono terkait proses pembangunan pabrik semen PT. Semen Indonesia di Kawasan Rembang, Jawa Tengah.
Kekecewaan Ganjar terjadi karena di sisi lain, Mbah Rono, sapaan akrab Surono, menyatakan bahwa di daerah Rembang merupakan kawasan karst sehingga dilarang untuk dilakukan proses pembangunan pabrik Semen Indonesia.
Sementara dari hasil foto citra satelit didapat gambar bahwa telah terjadi perusakan kawasan karst di Rembang yang di bawahnya terdapat cekungan mata air. Perusakan ini dilakukan oleh para penambang manual melibatkan warga sekitar Rembang.
Kekecewaan sikap Ganjar ini muncul saat didatangi kuasa hukum PT Semen Indonesia, Adnan Buyung Nasution yang sengaja menemui Ganjar sebelum mendatangi sidang gugatan PTUN, Kamis (20/11) hari ini yang diajukan oleh warga terkait proses pembangunan pabrik semen di Rembang dengan agenda pembacaan eksepsi oleh PT Semen Indonesia.
"Mbah Rono berstatement di Koran Kompas. Mbah Rono katakan Rembang masuk kawasan karst. Padahal di tempat dibangunnya pabrik semen jelas-jelas tidak ada di Kepmen. Bagaimana ini Mbah? Anda kan bagian dari menteri ESDM. Jawabannya menyedihkan sekali Mbah Rono," ungkap Ganjar kepada Adnan Buyung yang ditemani beberapa direksi PT Semen Indonesia di Ruang kerja gubernur, Kantor Pemprov Jawa Tengah Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah Kamis (20/11).
Ganjar juga mengungkapkan kepada Adnan Buyung, terkait sikap tidak tegas Kementerian ESDM yang sengaja membiarkan terjadinya proses penambangan oleh warga di sekitar kawasan Rembang. Sementara proses pembangunan pabrik semen mendapatkan kecaman dan larangan keras dari beberapa warga, termasuk penambang-penambang itu.
"Saya marah betul sama Mbah Rono saat itu. Ada foto citra stelit yang dikirimkan Pak Teguh. Ada warna putih bumi terkelupas sekitar 10 tahun lebih akibat penambangan manual oleh warga sekitar. Dia bilang itu cv kecil-kecil penambangan rakyat. Dan itu di atas cekungan tanah dan sudah berpuluh-puluh tahun. Dia gak bisa jawab. Saya merasa harus bela rakyat juga. Kami takut nanti air tidak ada," kata Ganjar.
Kemudian karena merasa salah bersikap, Mbah Rono mengakui kesalahannya kepada Ganjar. Akhirnya, surat yang dikirimkan ke Ganjar Pranowo soal tidak bisanya kawasan Rembang di bangun pabrik semen karena kawasan karst di revisi oleh Kementerian ESDM sendiri.
"Akhirnya dia bilang gini, ya saya juga bisa salah. Kalau anda salah kenapa kirim surat ini? Kemudian ketemu Menko Perekonomian dan ternyata surat dari Kementerian ESDM langsung di revisi, boleh dengan syarat. Syarat itu Amdal. Kan Amdal sudah ada sejak tahun 2012," ujar Ganjar.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya