Kasus virus MERS hebohkan kota-kota ini
Merdeka.com - Otoritas kesehatan Arab Saudi mengumumkan virus Respitori Sindrom Timur Tengah (MERS) kembali menelan korban. Bahkan tak sedikit warga negara Indonesia yang tengah menunaikan ibadah umroh juga tertular penyakit ini.
Beberapa kota di Indonesia sempat gempar dengan adanya virus MERS yang menjangkit jamaah yang baru pulang umroh. Virus ini bahkan telah menyebabkan korban meninggal dunia, dampaknya warga yang ingin menunaikan umrah mengurungkan niatnya.
Merdeka.com telah merangkum kota-kota mana saja yang telah heboh dengan adanya kasus virus MERS ini. Demikian rangkumannya, Kasus virus MERS hebohkan kota-kota ini :
1 meninggal di Medan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSeorang pasien suspect MERS, Ks (54), meninggal di RSUP Adam Malik Medan. Dia diduga mengidap penyakit itu karena baru pulang umrah dan mengalami keluhan mirip penderita yang terserang Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov).Kondisi Ks sudah sangat parah. Dia demam tinggi dan sesak napas. Selain ada infeksi yang cepat pada paru-paru, leukosit dan trombositnya juga sangat rendah.Ks hanya dirawat beberapa jam di RSUP H Adam Malik sebelum meninggal dunia. "Tapi pasien itu masih suspect belum terkonfirmasi MERS, karena swap (sampel cairan tenggorokan) tidak diambil karena tidak diizinkan keluarga," jelas Luhur.
1 Meninggal di Denpasar
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAS (50) seorang pasien meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu sekitar pukul 00.20 Wita. AS diduga meninggal karena virus MERS-Cov. "Pasien yang meninggal masih menunggu hasil dari Litbangkes di Dinkes agar mengetahui apakah AS meninggal positif atau negatif virus MERS-Cov," kata Kepala Bidang Penunjang Medis RSUP Sanglah dr Ken Wirasandhi, seperti dikutip dari Antara, Rabu (7/5).Kepala Instalasi Forensik RS Sanglah dr Dudut Rustyadi, SpF mengungkapkan bahwa penanganan pasien yang terkena infeksi maupun wabah tersebut penanganannya berbeda dengan jenazah yang meninggal pada umumnya."Petugas perlu memakai Alat Pelindung Diri (APD) untuk mencegah penularan dari virus yang tertular dari jenazah yang diduga atau suspect suatu penyakit menular," terang Dudut.Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam peti jenazah. "Ada prosedur yang dilakukan petugas medis dalam menangani pasien yang terindikasi suspect penyakit menular itu," tutur Dudut.
3 orang dirawat intensif di Pekanbaru
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTiga orang warga Kota Pekanbaru, Riau, diduga terjangkit Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). Kini ketiga sedang menjalani perawatan intensif. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zainal Arifin mengatakan, ketiganya kini ditangani secara khusus di ruang isolasi sambil menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Kementerian Kesehatan di Jakarta. Dokter Azizman Saad, dokter spesialis paru yang menangani kasus tersebut mengatakan ketiga pasien sempat mengalami panas tinggi dan sesak napas. Menurut dia, dua terduga kini dirawat di ruang isolasi RSUD Arifin Achmad dan satu lagi di ruang isolasi RS Awal Bros."Pemeriksaan terakhir, kondisi pasien sudah membaik dan panasnya sudah turun," kata Azizman.Dia mengatakan telah mengambil sampel swap (cairan tenggorokan) dan darah ketiga pasien untuk diperiksa di Lab Kementerian Kesehatan di Jakarta. "Baru hari ini sampelnya kami kirim ke Jakarta, jadi belum ada konfirmasi ketiganya positif MERS," ujarnya.
1 orang dirawat di Adam Balik Medan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSeorang lagi pasien suspect MERS dirawat di RSUP Adam Malik, Medan, Selasa (6/5). Perempuan berinisial SHN (50) ini diketahui juga baru pulang dari umrah. Pasien baru ini diketahui berasal dari Desa Liberia, Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai. Dia berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan umrah pada 20 April 2013 dan kembali pada Jumat (2/5) lalu.Sepulangnya ke Tanah Air, SHN dirawat di RS Medistra Lubuk Pakam, Deli Serdang. Dia mengalami demam, sehingga dirujuk ke RSUP Adam Malik."Tiba di RSUP Adam Malik pada Senin (5/5) se 16 30. Kondisinya demam seperti flu biasa tapi leukosit dan trombositnya masih tinggi. Kondisinya tidak seburuk pasien (suspect MERS yang meninggal dunia) kemarin. Mereka juga berbeda penerbangan," sambung Luhur.Saat ini SHN masih dirawat di gedung Rawat Infeksius RSUP H Adam Malik, Medan. Namun, berdasarkan pemeriksaan lanjutan yang dilakukan, kondisi pasien ini masih baik. "Kondisinya bagus, leukosit trombosit bagus tidak turun. Foto thorax juga bagus, tidak ada tanda-tanda pnemonia," jelas Luhur, seusai memeriksa SHN.
Warga Medan takut umroh karena virus MERS
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPenemuan sejumlah kasus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di Arab Saudi meresahkan calon jemaah umrah. Sebagian di antaranya menunda, bahkan membatalkan rencana perjalanannya. Penundaan keberangkatan ini setidaknya terjadi di Siar Tour (PT Siar Haraman Internasional), Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (7/5). Puluhan calon jemaah datang ke biro perjalanan itu untuk menunda keberangkatannya, karena mereka khawatir terjangkit MERS corona virus."Kami sangsi (ragu) membawa keluarga dan saudara umrah ke Tanah Suci karena kami takut terjangkit virus MERS. Kami juga takut membawa virus itu ke Indonesia," kata Sartimah, calon jemaah umrah yang menunda keberangkatannya.Hal senada disampaikan Ngatimah Sipahutar. Perempuan ini mengaku membatalkan keberangkatannya yang terjadwal pada 9 Mei mendatang. "Kami khawatir karena belum ada vaksin atau obat untuk MERS ini," ucapnya.Sementara itu, pemilik Biro Perjalanan Umrah PT Siar Haraman Internasional Alam Ria Asmardy mengakui merebaknya kasus MERS ini berdampak negatif pada bisnis mereka. Kabar itu membuat calon jemaah umrah menunda atau membatalkan keberangkatannya. "Apalagi kemarin ada jemaah asal Sumut yang meninggal sepulang umrah," jelas Alama Ria Asmardy.Pria ini menambahkan, mereka tidak dapat berbuat banyak jika jemaah membatalka keberangkatannya. "Seluruh ongkos umrah kami kembalikan tanpa potongan," ucapnya
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya