Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus tewasnya Siyono semakin rumit

Kasus tewasnya Siyono semakin rumit uang densus 88 buat istri Siyono dibongkar. ©2016 Merdeka.com/faiq

Merdeka.com - Kasus kematian Siyono selepas ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror dirasa masih mengganjal. Tim Pembela Kemanusiaan merupakan tim hukum mendampingi keluarga mendiang Siyono memastikan ada beberapa kejanggalan.

Menurut mereka, usai meninggal, Polri menyatakan pernah melakukan autopsi terhadap jenazah Siyono. Namun hal itu disangkal. Sebab dari keterangan tim dokter forensik melakukan autopsi, tidak ditemukan tanda-tanda jasad itu pernah diautopsi sebelumnya.

Ketua Tim Pembela Kemanusiaan, Trisno Raharjo mengatakan, mereka juga menemukan surat keterangan penyebab kematian yang diterima keluarga dari kepolisian. Dalam surat tidak ada keterangan jika jenazah Siyono pernah diautopsi.

"Kapolri pernah statement, mempersilakan autopsi ulang. Padahal itu belum pernah diautopsi, itu keterangan dari tim forensik yang kemarin melakukan autopsi. Di surat keterangan penyebab kematian juga tidak ada keterangan sudah diautopsi," kata Trisno kepada wartawan di Yogyakarta, kemarin.

Dalam surat keterangan penyebab kematian, diketahui jenazah Siyono hanya diperiksa luar saja. Hal itu bertolak belakang dengan pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Badroddin Haiti.

"Yang dilingkari hanya pemeriksaan luar. Polisi pernah menunjukkan hasil CT Scan. Itu bukan autopsi. CT Scan hanya pemeriksaan luar," ujar Trisno.

Selain itu, ucap Trisno, pemeriksaan luar dilakukan oleh kepolisian dinyatakan jauh di bawah standar buat menyatakan penyebab kematian. Dalam keterangan polisi, Siyono dinyatakan meninggal karena luka di kepala.

Hasil itu berbeda dengan autopsi menyatakan Siyono meninggal akibat pukulan di dada, yang menyebabkan patah tulang dan kerusakan jantung. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP