Kasus teror Gereja St Yosep, IAH diyakini bukan pelaku tunggal
Merdeka.com - Mantan narapidana perkara terorisme, Khairul Ghazali (50), menduga IAH (17), pelaku teror di Gereja Katolik Santo Yosep, Jalan Dr Mansyur, Medan, Minggu (31/8), bukanlah pelaku tunggal. Dia yakin jaringan yang terkait dengannya masih berkeliaran.
"Saya sudah ketemu dengan IAH di Mapolresta Medan, saya tanya dia belajar dengan siapa dan dari buku apa. Ternyata dia mendapat pengajaran di Setia Budi, Medan, dan dari media sosial," kata Ghazali saat ditemui di Pesantren Darusy Syifa di Dusun IV Desa Sei Mencirim Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Sumut, Rabu (31/8).
Ghazali merupakan mantan narapidana perkara terorisme. Dia masih menjalani pembebasan bersyarat setelah menjalani hukuman 4 tahun 2 bulan penjara dari vonis 6 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan pada 2011. Dia dinyatakan bersalah karena terlibat perampokan Bank CIMB Niaga di Medan pada 2010.
Dari pengakuan yang diberikan IAH, Ghazali yakin remaja itu terlibat jaringan global. "Dia menyebut sejumlah nama, termasuk Bahrun Naim," sambung Ghazali.
Bahkan Ghazali mengaku telah melihat rekaman video IAH berbaiat kepada pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi. Dalam rekaman yang disebutkan diperoleh dari penggeledahan di rumah IAH, remaja itu tampak memegang bendera ISIS.
Kata Ghazali, rekaman video itu tampak goyang. "Artinya ada pelaku lain. Ini kelompok yang besar," jelasnya.
Terkait adanya informasi, IAH melakukan aksinya karena iming-iming uang, Ghazali tidak mempercayainya. "Uang itu tidak masuk akal. Doktrinnya adalah akhirat, surga dan bidadari. Tapi kalau untuk sarana pendukung aksi, seperti untuk transportasi, itu mungkin," sebutnya.
Seperti diberitakan, IAH diamankan di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansyur Medan, Minggu (28/8) pagi. Dia diduga ingin meledakkan bom. Pemuda ini diringkus jemaat saat menyerang pastur dengan pisau.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya