Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus Suap Juliari Batubara, KPK Usut Vendor Pengadaan Bansos Covid-19

Kasus Suap Juliari Batubara, KPK Usut Vendor Pengadaan Bansos Covid-19 Juliari Batubara diperiksa KPK. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami penunjukan vendor pilihan dalam pengadaan bantuan sosial (bansos) terkait penanganan Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020. Pendalaman tersebut dilakukan tim penyidik saat memeriksa dua saksi dari pihak swasta.

Saksi tersebut yakni Edwyn dan Imam. Edwyn dan Imam diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

"Edwyn (Swasta) dan Imam (Swasta), didalami pengetahuannya terkait dugaan adanya beberapa perusahaan sebagai vendor yang khusus dipilih untuk turut mengerjakan proyek Bansos di wilayah Jabodetabek tahun 2020 pada Kemensos," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (4/3).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Mensos Juliari Peter Batubara dan empat tersangka lainnya sebagai tersangka suap terkait program bantuan sosial penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Keempat tersangka lainnya dalam kasus ini adalah, pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta.

KPK menduga berdasarkan temuan awal, Juliari menerima Rp 10 ribu per paket sembako dengan harga Rp 300 ribu. Namun menurut KPK, tak tertutup kemungkinan Juliari menerima lebih dari Rp 10 ribu. Total uang yang sudah diterima Juliari Rp 17 miliar.

Uang itu diduga KPK dipakai Juliari untuk keperluan pribadinya, seperti menyewa pesawat jet pribadi. Selain itu, uang suap tersebut juga diduga dipergunakan untuk biaya pemenangan kepala daerah dalam Pilkada serentak 2020.

Reporter: Fachrur RozieSumber: Liputan6.com

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP