Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus Sekeluarga Tewas Diracun di Magelang, Polisi Kedepankan Pembuktian Ilmiah

Kasus Sekeluarga Tewas Diracun di Magelang, Polisi Kedepankan Pembuktian Ilmiah Polisi melakukan pemeriksaan di lokasi satu keluarga tewas diracun di Magelang. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Polda Jateng menggunakan pendekatan ilmiah atau scientific crime investigation dalam mengungkapkan kasus kematian tiga orang satu keluarga di Mertoyudan, Magelang, yang diduga diracun. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi pelaku mengelak dan mencabut pengakuannya.

"Jadi kita untuk penyidikan lebih scientific, kita nanti akan uji labfor. Dengan bukti labfor apakah ada hubungannya antara korban di lokasi kejadian, sehingga penyidikan secara scientific, tidak sekadar pengakuan tersangka. Kita khawatir kalau pengakuan tersangka saja nanti di pengadilan mengelak, justru menjadi kesulitan sendiri dalam mengambil keputusan hakim," kata Direktur Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro di Magelang, Selasa (29/11).

Pihaknya mengasistensi kasus ini dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban di Dusun Prajenan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Tujuan olah tempat kejadian perkara untuk menguatkan temuan Polresta Magelang.

"Kita cek dan olah TKP kembali. Tujuan untuk mengetahui apakah hasil alat bukti yang diperoleh Polresta Magelang sudah bisa dipertangggungjawabkan. Kami yakin itu sudah bisa dibuktikan, walaupun harus didukung bukti lain sesuai dengan Pasal 184 KUHP yakni keterangan ahli Biddokkes ataupun labfor," ungkapnya.

Korban Tewas Diracun

Kepala Bidang (Kabid) Dokkes Polda Jateng Kombes Sumy Hastry mengatakan, ketiga korban itu memang meninggal karena akibat racun. Bahkan, efek dari meminum racun tersebut hingga membuat organ dalam para korban rusak.

"Yang jelas, meninggal karena racun. Organ dalam tubuh merah kehitaman seperti terbakar," kata Sumy Hastry saat dikonfirmasi.

Seperti diberitakan, pembunuhan satu keluarga terjadi di Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Ada tiga korban meninggal dunia dalam peristiwa ini, yakni AA (ayah), HR (ibu) dan DK yang merupakan anak pertama pasangan AA dan HR

Tiga orang dalam satu keluarga di Magelang itu dilaporkan meninggal dunia atau dibunuh dengan cara diracun. Jasad mereka kali pertama ditemukan anak kedua korban dan pembantu rumah tangga.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP