Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus Positif Corona di Solo Naik, Kapasitas Rumah Sakit Rujukan Penuh

Kasus Positif Corona di Solo Naik, Kapasitas Rumah Sakit Rujukan Penuh Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Solo membuat dua rumah sakit milik pemerintah kota (pemkot) penuh. Kedua rumah sakit tersebut adalah RSUD Ngipang, Kadipiro dan RSUD Bung Karno, Semanggi.

Sementara itu berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Kota Solo, Hingga Rabu (2/12) petang, akumulasi jumlah Covid-19 di Solo mencapai 2.548. Atau naik 74 kasus jika dibanding sehari sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 1.436 sembuh, 803 isolasi, 192 dirawat dan 117 lainnya meninggal dunia.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengatakan penuhnya rumah sakit di Kota Solo juga dikarenakan banyaknya pasien dari daerah lain yang dirujuk ke Kota Bengawan.

"Kita sudah penuh Solo. Solo sudah penuh dan isolasi mandirinya sudah lebih dari 700 kok," ujar Rudy, Rabu (2/12).

"Sudah penuh semua, ya karena rujukan dari luar kota juga ke sini," sambungnya.

Rudy mengatakan, saat ini pihaknya telah menyiapkan rumah sakit darurat cadangan untuk menampung warga yang akan melakukan isolasi. Tempat cadangan tersebut adalah Solo Techno Park (STP), yang ada di sekitar kampus Kentingan Kelurahan Jebres.

"Yang di atas, yang di sebelah utara itu besar sekali. Tinggal di sekat-sekat nantinya. Untuk tenaga kesehatannya kita nanti bisa rekrut relawan, tinggal di gaji saja," tandasnya.

Kendati demikian, Rudy mengusulkan agar Asrama Haji Donohudan, Boyolali digunakan untuk rumah sakit darurat atau tempat karantina bagi warga di enam kabupaten dan satu kota. Yakni Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar dan Sragen.

Rudy mengaku sudah mengusulkan hal tersebut kepada Gubernur Jawa Tengah, namun hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan jawaban.

"Saya sudah mengusulkan tiga kali kepada Pak Gubernur. Untuk Asrama Haji Donohudan, itu kita jadikan untuk pusat isolasi. Tapi sampai hari ini belum dijawab, daripada sana itu nganggur," katanya.

Rudy mendesak kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar mempertimbangkan untuk menjadikan Asrama Haji Donohudan sebagai rumah sakit darurat Covid-19.

"Surat sudah kita kirim 3 kali, tetapi belum ada jawaban," keluhnya.

Rudy menambahkan, penanganan bencana nasional nonalam seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.

"Sebetulnya yang namanya bencana nasional nonalam, ini tanggung jawab besar itu di provinsi, bukan kabupaten/kota. Makanya kalau diizinkan, Asrama Haji Donohudan itu dipakai untuk seperti Wisma Atlet di Jakarta," pungkasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP