Kasus Perpeloncoan Peserta Pramuka di Ciamis Berakhir Damai
Merdeka.com - Kasus perpeloncoan dalam kegiatan pramuka siswa SMAN 1 Ciamis akhirnya berakhir damai, Senin (24/1). Kepolisian Resor Ciamis memfasilitasi mediasi atau islah yang sebelumnya sempat dilakukan oleh orang tua korban dan pelaku.
Polisi bersama pihak SMAN, pengurus Kwarcab, dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat wilayah 3 Ciamis, mengumpulkan seluruh korban, pelaku bersama orang tuanya di aula SMAN 1 Ciamis. Langkah tersebut dilakukan setelah adanya kesepahaman antara korban dan pelaku usai insiden perpeloncoan dalam kegiatan kepramukaan.
Kapolres Ciamis, AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi mengatakan telah menjalankan prosedur hukum dengan memeriksa sejumlah pihak. Jumlah siswa yang menjadi korban diketahui berjumlah 18 orang, dan pihaknya sempat memeriksa 26 orang saksi dalam kasus tersebut.
Polisi memediasi proses damai yang sebelumnya telah dilakukan oleh kedua belah pihak. Dengan begitu, Kapolres memastikan tidak akan melanjutkan prosess penyidikan dalam perkara perpeloncoan itu.
"Tujuan Polri bukan untuk menghukum, namun memberi edukasi kepada semua pihak agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan kita memiliki instrumen untuk memfasilitasi mediasi bagi perkara pidana yang melibatkan pelaku di bawah umur. Atas dasar kesepakatan kedua belah pihak antara keluarga korban dan keluarga pelaku itulah kami tidak melanjutkan penyidikan ini," tutur Wahyu.
Kepala SMAN 1 Ciamis, Suarman Guntara menyebut bahwa seluruh pihak sudah sepakat dan sepaham kasus tersebut tidak berlanjut.
"Menempuh jalan damai dan menjadi pelajaran agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi. Seluruh pihak sepakat dan sepemahaman agar kasus ini tidak berlanjut," sebut Suarman.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya