Kasus perampokan ulama di Kendal, ada pihak sebar hoaks kaitkan dengan PKI
Merdeka.com - Perampokan yang terjadi di Kendal dimanfaatkan penyebar hoaks untuk menebar teror di masyarakat. Tercatat ada enam akun di Facebook yang menyebarkan kabar hoaks penyerangan ulama dari kasus perampokan itu.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirana mengatakan dari enam akun tersebut, satu orang yang mengelola berinisial T asal Bekasi berhasil ditangkap.
"Terkait kasus di Kendal memang ada yang mengambil kesempatan untuk membuat keresahan, mereka membuat status di media sosial Facebook dengan foto korban, ulama di Kendal ini," terang Condro, di Mapolda Jawa Tengah, Rabu (21/3).
Pembacokan yang menimpa KH Zaenuri dan menantunya, Agus Nurus Sakban terjadi Sabtu (17/3) di Desa Truko Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal. Saat itu, pelaku yang bernama Suyatno hendak mencuri tas istri Sakban namun mendapat perlawanan.
Dia lalu membacok Sakban. Mendengar ada ribut-ribut, Zaenuri yang berada di dalam rumah keluar. Namun malah turut menjadi korban pembacokan. KH Zaenuri adalah Ketua NU Ranting Desa Truko.
Condro mengungkapkan pelaku penyebar ujaran kebencian dan hoax tersebut menyebar foto korban perampokan yang merupakan ulama disertai dengan keterangan. 'Masak begini bukan ulah anggota partai terlarang?'.
"Ada enam akun Facebook yang dideteksi mengunggah foto dengan keterangan yang dipelintir dengan keterkaitan kebangkitan partai komunis tersebut," jelas Condro.
Dikatakan, setelah seorang pelaku ditangkap, lima akun lainnya langsung dihapus. Meski demikian hal itu tidak menutup kemungkinan untuk terus mendeteksi mereka. "Kami sudah mengambil saksi ahli dan keterangan dari mereka bahwa postingan saudara T di Bekasi itu sudah melanggar UU ITE," pungkasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya