Kasus penembakan Serda YH, TNI pertimbangkan tarik senjata personel
Merdeka.com - Polisi Militer TNI Angkatan Darat akan meminta keterangan komandan satuan Sersan Dua Yoyok Hadi (YH), pelaku penembakan Marsim Sarman, tukang ojek di Cibinong, Jawa Barat. Hal tersebut dilakukan untuk melengkapi penyidikan.
"Tentu itu akan ada kaitan dengan hal itu. Ada pemeriksaan konteks yang terkait dengan komandan satuan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Sabrar Fadhilah di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (11/4).
Jenderal bintang dua ini menambahkan, untuk saat ini, jika diperlukan TNI akan menarik senjata dari anggota yang berdinas.
"Tentu itu bagian dari upaya-upaya nantinya," ujarnya.
Serda Yoyok Hadi diketahui bertugas sebagai Baintel 2/3/A Kie Taipur Yon Intel Kostrad. Namun Sabrar belum mengetahui apakah saat kejadian, Serda Yoyok tengah bertugas atau tidak.
"Saya belum bisa menjawab. Berikan kesempatan untuk pemeriksaan berlangsung. Saya kira persidangan terbuka," ujarnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya