Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus penembakan di Deiyai, tujuh anggota Brimob diduga melanggar etik

Kasus penembakan di Deiyai, tujuh anggota Brimob diduga melanggar etik Ilustrasi Penembakan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian Daerah Papua telah melakukan gelar perkara terkait insiden penembakan hingga menewaskan seorang warga di Kampung Bomou, Distrik Tigi Selatan, Deiyai, Timika. Dari hasil penyelidikan sementara diduga tujuh anggota Brimob melanggar prosedur kerja saat menangani keributan warga terhadap PT Putera Dewa.

"Yang diduga menyalahi Standard Operating Procedure (SOP) 7 orang yang bawa senjata, yang lain kan enggak. Di sidang kode etik," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal saat dikonfirmasi, Jumat (18/8).

Kamal mengatakan, untuk membuktikan tujuh anggota Brimob tersebut melakukan pelanggaran etik masih menunggu kelengkapan berkas. Oleh karena itu, hingga kini kepolisian belum bisa memastikan tujuh Brimob tersebut melakukan pelanggaran.

Lebih lanjut, Kamal menjelaskan bahwa anggotanya tersebut belum bisa dipastikan bersalah atau tidak. Karena keputusan tersebut tergantung dari hasil persidangan nanti.

"Salah tidaknya nanti ditetapkan di keputusan sidang. Dugaan adanya kesalahan prosedur yang dilakukan oleh anggota. Makanya dilakukan pemeriksaan terhadap anggota Brimob dan Kapolsek," ujar dia.

Kamal menambahkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat untuk melengkapi administrasi persidangan terhadap tujuh orang anggota Brimob yang diduga telah menyalahi SOP itu. Salah satunya meminta keterangan dari warga saat insiden perselisihan tersebut terjadi.

"Masih pemeriksaan masyarakat, kemarinkan masih trauma. Mudah-mudahan seminggu ke depan sudah selesai dan siap disidangkan," pungkasnya.

Seperti diketahui, insiden penembakan yang menewaskan seorang warga itu berawal dari penolakan karyawan saat warga meminta bantuan untuk mengantar korban tenggelam ke rumah sakit. Warga kemudian membawa korban tenggelam itu ke rumah sakit, dan saat tiba di rumah sakit korban sudah meninggal.

Warga yang marah kemudian melakukan penyerangan terhadap karyawan dan peralatan di camp milik PT Putera Dewa yang sedang melakukan pembangunan jembatan. Karyawan tersebut kemudian melaporkan insiden tersebut ke Polsek Tigi dan pos Brimob sehingga datang ke lokasi kejadian.

Namun petugas malah diserang warga yang membawa berbagai peralatan tradisional seperti parang, panah dan batu hingga petugas melepaskan tembakan dan mengenai warga.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP