Kasus penembakan, Danlanud Pekanbaru benarkan anak buahnya ditangkap
Merdeka.com - Anggota Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Riau menangkap tiga pelaku penembakan hingga menewaskan seorang satpam alat berat, Lamhot Julianto, di Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau. Seorang pelaku di antaranya anggota TNI AU Pekanbaru berinisial W (46), bersama warga sipil BS (40) dan S (43).
Mereka ditangkap Senin (23/5), sekitar pukul 20.00 WIB. Komandan Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsekal Pertama Henry Alfiandi, saat dihubungi merdeka.com membenarkan ada anak buahnya ditangkap polisi. Namun, Henry belum mengetahui kasus menjerat sang prajurit.
"Saya juga mendapat informasi demikian. Namun masih saya dalami, bagaimana ini bisa terjadi," kata Marsma Henry, Selasa (24/5).
Henry belum mengetahui secara pasti penyebab kejadian itu. Dia menyatakan akan berkoordinasi dengan Polda Riau.
"Saya dapat informasi, anggota kita itu bersama anggota Perbakin. Tapi masih kita dalami dulu, apa sebenarnya yang terjadi. Kok bisa begini. Saya belum tahu pasti," ujar Henry.
Henry mengatakan, jika benar anggotanya terlibat kejahatan, apalagi menyebabkan warga sipil tewas, maka bakal dihukum.
"Tentunya akan kita tindak tegas ya. Tidak ada toleransi, tidak ada yang ditutup-tutupi," ucap Henry.
Ketiga pelaku penembakan yakni BS warga kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru perannya selaku supir. S alias Tekno, warga Payung Sekaki, Pekanbaru, berperan sebagai tukang senter. Dan terakhir W sebagai eksekutor atau penembak.
"Petugas juga menyita barang bukti berupa sepucuk senjata api laras panjang yang sudah dimodifikasi, tas, serta selongsong peluru kaliber 5,5," kata Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo.
Para pelaku menembak Lamhot Julianto hingga tewas, di areal HPHTI PT Arara Abadi di Koto Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kamis (19/5). Saat itu dia sedang menjaga alat berat.
Peluru mengenai perut Lamhot. Dia tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya