Kasus Paedofil, Kak Seto minta ortu tak posting foto anak di medsos
Merdeka.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya memanggil asisten Nafa Urbach. Pemanggilan itu mengusut kasus yang menimpa anak artis yang dipanggil oleh netizen dengan sebutan 'Loli'. Sebutan 'Loli' lazim digunakan di kalangan paedofil untuk menyebut korban mereka.
"Hari ini kami pemanggilan saksi, kebetulan dari asistennya Nafa Urbach sendiri. Dia dipanggil untuk keterangan saksi," ujar salah satu kuasa hukum Nafa, Sandy Purba, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/8).
Kata Sandy, asisten Nafa dicecar beberapa pertanyaan.
"Mengenai kasus pedofil yang ada di instagram. Masih proses sih sebenernya ya, jadi saya enggak bisa ngomong banyak," katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kak Seto yang datang bersama kuasa hukum Nafa berharap kasus ini cepat tuntas. Bahkan, dia meminta pelaku paedofil dikebiri saja.
"Kita sudah usulkan kebiri, seumur hidup dan hukuman mati. Karena kejahatan mereka sama buruknya dengan kejahatan lain," tegas Seto.
Kak Seto juga meminta para orangtua agar lebih peka terhadap lingkungan. Dia juga meminta orang tua tak asal posting foto anak ke media sosial.
"Untuk para orang tua harus lebih mendekatkan diri ke anak-anak. Jangan terlalu menggantungkan diri ke media sosial. Mungkin ini fenomena yang tidak tampak, jadi penekanannya mohon betul-betul memposisikan sebagai sahabat bagi anak," katanya.
"Mohon hati-hati. Mungkin memang lucu, tapi itu bisa jadi incaran kaum pedofilia. Itu sangat merangsang bagi mereka. Pakaian yang penuh. Kita mungkin memang tidak menyangka," pungkas Kak Seto.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya