Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus masih diusut, jasad Angeline disarankan tak buru-buru dikubur

Kasus masih diusut, jasad Angeline disarankan tak buru-buru dikubur Angeline. ©facebook.com/Find Angeline-Bali's Missing Child

Merdeka.com - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, meminta kepada orangtua kandung Angeline untuk tidak membawa pulang jenazah terburu-buru. Dia berharap jasad Angeline dititipkan sementara di RSUP Sanglah untuk membantu kepolisian dalam penyidikan peristiwa pembunuhan tersebut.

"Saya sebelumnya minta maaf kepada orangtua kandung Angeline. Kami minta jenazah anaknya ini jangan dibawa pulang untuk dimakamkan dulu, karena masih dibutuhkan dalam penyidikan,"jelas Arist di Denpasar, Jumat (12/6).

Dia coba meyakinkan Hamidah, ibu kandung korban, bahwa jenazah korban tidak akan rusak membusuk karena ditempatkan di ruangan bersuhu tinggi.

"Kalau dia dikuburkan dan masih ada bukti yang diperlukan, tiba-tiba makamnya dipugar itu lebih kasihan lagi," jelasnya.

Seperti diketahui, pihak keluarga korban di Banyuwangi lewat ibu kandungnya mendesak agar jenazah Angeline segera diambil untuk dimakamkan. Karenanya, ibu kandung Angeline lewat Kapolresta meminta Kapolda memberi izin dan Kapolda mengizinkan setelah data otopsi penyidik forensik diserahkan oleh pihak rumah sakit ke penyidik.

Kasus tewasnya Angeline jadi perhatian dunia, bahkan disinyalir pelaku tidak hanya satu orang. Ada keterlibatan pihak lain yang jadi penyebab kematian Angeline, karenanya dimungkinkan polisi harus melakukan penyidikan lebih dalam lagi.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP