Kasus ijazah palsu Wakil Bupati Rohil mandek di Polda Riau
Merdeka.com - Kasus dugaan ijazah palsu Erianda putra dari gubernur Riau nonaktif Annas Maamun yang dilaporkan tahun 2014 ke Polda Riau tidak berjalan hingga saat ini. Erianda saat ini tercatat sebagai Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil), Riau.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (4/6) mengaku pihaknya tidak pernah memproses kasus tersebut karena tidak pernah ada yang melaporkan.
"Kasus ini kan delik aduan mas. Belum pernah ada yang melapor. Saksi yang dulu itu hanya mengadu ke Polda dan belum pernah diperiksa," ujar Guntur.
Pernyataan AKBP Guntur berbanding terbalik dengan laporan seorang warga kabupaten Rohil bernama Faisal Reza ke Polda Riau pada 16 Juli tahun 2014 lalu. Dalam laporannya, sebagai saksi Faisal mengatakan Erianda diduga memalsukan ijazah strata satu (S1) ilmu ekonomi dari sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Administrasi Indonesia (YAI) Jakarta.
Faisal juga menyertakan bukti ijazah palsu yang terdapat nama Erianda dengan nomor ijazah 2561S-1MKPIV2006, menurut Faisal nomor ijazah yang sama dimiliki oleh Mahasiswa yayasan YAI atas nama Fitri Rahmadany. Hal itu yang membuatnya curiga hingga melapor ke polisi.
Bahkan dalam perjalanan kasus ini di Polda Riau, Pihak Yayasan YAI sendiri pernah menyatakan bahwa ijazah Erianda palsu dan sudah menyurati pihak inspektorat Kabupaten Rohil terkait hal itu. Faisal pada saat itu juga sudah di BAP polisi.
Di hadapan wartawan pada 16 Agustus 2014 lalu Ia mengatakan bahwa selama di BAP Ia diinterogasi 22 pertanyaan oleh penyidik. Namun Hingga saat ini kasus tersebut tidak berjalan penyelidikannya dan terkesan mandek.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Arif Rahman Hakim sebagai pihak yang berwenang menyelidiki kasus ijazah palsu tersebut saat dikonfirmasi tidak memberikan jawaban. Saat dihubungi melalui selulernya tidak diangkat, pesan singkat yang dikirim pun belum berbalas. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya