Kasus Fuad Amin, Sekda Bangkalan ogah ungkap cela PD Sumber Daya
Merdeka.com - Sekretaris Daerah Bangkalan Eddy Moeljono, menyelesaikan pemeriksaan sebagai saksi kasus suap jual beli gas alam Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Tetapi, pria yang mengenakan kemeja batik lengan panjang itu nampak gugup saat dicecar para pewarta, sesaat setelah keluar gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Eddy menyelesaikan pemeriksaan pukul 16.45 WIB. Dia nampak membawa dua buah map dan pergi seorang diri. Beberapa awak media yang melihat segera menyergapnya. Saat diminta menjelaskan soal pemeriksaan hari ini, dia mengelak.
"Enggak, enggak. Cuma ada keperluan saja," kata Eddy kepada awak media selepas pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/1).
Saat mulai disinggung soal keterlibatan Perusahaan Daerah Sumber Daya dalam perkara itu, Eddy kembali menyangkal. Dia malah berkilah tidak tahu menahu soal itu. Dia pun mulai mempercepat langkahnya.
"enggak tahu, enggak tahu," ujar Eddy.
Eddy lantas menuju sebuah taksi. Sebelum dia menutup pintu, awak media menanyakan kepadanya apakah dia diancam supaya tutup mulut oleh kolega Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangkalan, KH. Fuad Amin Imron. Tetapi dia tidak mengakuinya.
"Enggak ada," jawab Eddy.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya