Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus Dugaan Fetish di Malang, 3 Korban Melapor ke Polisi

Kasus Dugaan Fetish di Malang, 3 Korban Melapor ke Polisi Korban kasus dugaan fetish di Malang lapor polisi. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus foto fetish hijab di Kota Malang sedang dalam proses pemeriksaan oleh Satreskrim Polresta Malang Kota. Tiga orang model yang mengaku korban telah melaporkan kasus tersebut.

"Sekarang masih dalam pemeriksaan, kita masih analisa. Kita analisa nanti akan ada beberapa saksi yang perlu kita mintai keterangan," kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo kepada merdeka.com, Senin (23/8).

Tinton menegaskan, sudah tiga orang perempuan berstatus model melaporkan kasus tersebut. Ia berharap korban lain bersedia melaporkan yang dialami untuk membantu proses pengungkapannya.

"Baru analisa nanti mau dipanggil-panggil. Hingga Sabtu kemarin sudah tiga orang (melapor)," tegasnya.

Polisi butuh waktu untuk proses pemeriksaan dan pendalaman. Kasusnya sediri sedang diteliti dan dianalisa sebelum kemudian tahap proses perkaranya.

Lewat pemeriksaan nantinya diharapkan diperoleh alat bukti cukup. Sehingga dapat menentukan kasus tersebut sebagai tindak pidana yang dapat dijerat hukum. Selain keterangan awal dari saksi, polisi menerima sejumlah bukti berupa screenshoot.

"Alat bukti, petunjuk dan keterangan para saksi sangat berharga bagi kami untuk menentukan sebagai tindak pidana atau bukan. Kami persilakan yang merasa menjadi korban untuk datang untuk membantu analisa perkara ini," urainya.

Sementara itu, salah satu korban J (20) mengungkapkan kronologi dugaan fetish oleh pemilik sebuah online shop (olshop). Korban mengaku dipertemukan dengan pelaku dalam sebuah kontes peagent di Kota Malang, Maret 2021.

Olshop tersebut menjadi salah satu sponsor kontes yang kemudian menawari kerja sama. Korban ditawari owner olshop tersebut menjadi model di katalog.

Korban pun menjalani dua kali pengambilan foto yakni Maret dan Juni, tetapi foto tersebut tidak pernah di-posting di Instagram. Justru belakangan diketahui di-posting di sebuah akun fetish di Twitter.

Akun tersebut menampilkan para perempuan berhijab foto selfie. Foto yang diposting pun beresolusi tinggi sehingga mengarah pada pemilik olshop, yang menurut korban admin akun fetish tersebut.

Foto J bersama belasan orang model juga di-posting dalam akun yang sudah dihapus tersebut. Saat mereka mendapat pendampingan hukum untuk proses kasus tersebut.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP