Kasus daging langka, polisi endus 3 importir jalani praktik kartel
Merdeka.com - Petugas kepolisi mencurigai adanya permainan harga daging sapi pada beberapa waktu lalu. Dari kecurigaan tersebut, polisi menyebut ada sebagian kecil importir yang diduga kuat memiliki peranan penting.
"Ada tiga feedloter yang memegang kendali penuh. Di mana mereka ini yang menentukan harga," kata Kepala Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Agung Marlianto, Selasa (25/8).
Menurut Agung, ketiga importir tersebut pemegang kuota terbesar dan juga memiliki kuasa untuk mengendalikan harga bukan tanpa sebab. Namun, polisi masih harus memenuhi bukti lainnya mengenai dugaan tiga perusahaan tersebut melakukan penimbunan daging.
Agung mengatakan, salah satu bukti yakni surat dari Pemprov DKI yang menyebut ada kenaikan tidak wajar harga daging sapi beberapa waktu lalu.
"Kita punya bukti-bukti kuat ke arah sana. Sehingga status kasus kartel sapi ini bisa naik dari penyelidikan ke tingkat penyidikan," tegas Agung.
Agung menambahkan telah memeriksa tujuh feedloter tersebut dan bukan fokus ke tiga feedloter itu saja. "Sudah diperiksa oleh polisi terkait dugaan kartel sapi tersebut. Total ada 11 saksi. Pemeriksaan dilakukan terhadap pemilik, bagian keuangan dan operasional ketujuh feedloter tersebut," pungkasnya.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khsusus melakukan sidak ke tempat penggemukan sapi milik importir, PT Widodo Makmur Perkasa, Kamis (13/8) lalu. Di tempat tersebut diketahui ada 2.500 ekor yang belum didistribusikan.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya