Kasus Covid Sumatera Naik, Pemerintah Pantau Mobilitas Masyarakat yang Menuju Jawa
Merdeka.com - Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan terdapat 15 provinsi yang alami peningkatan kasus.
Daerah tersebut yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Babel, DKI, Maluku, Banten, NTB, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.
"Kita lihat 15 provinsi kasus aktifnya meningkat, yakni Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Babel, DKI, Maluku, Banten, NTB, Malut, Kalteng, Sulteng, dan Sulsel," katanya usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (17/5).
Jika dibandingkan pekan pertama April, kasus mingguan di Sumatra mengalami tren peningkatan. Karena itu pemerintah terus memantau mobilitas penduduk dari Sumatera ke Jawa pascalibur Lebaran. Salah satunya dengan mandatory check di Pelabuhan Bakauheni.
"Dengan harapan kata dia mereka yang masuk ke Jawa terutama dari wilayah yang naik sudah aman dari covid. Dan juga tentu kita memonitor mobilitas penduduk pascalibur Lebaran dari Sumatera ke Jawa," bebernya.
Sementara itu secara nasional tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) sudah relatif rendah yaitu sebesar 29 persen. Namun beberapa provinsi masih mencatatkan tingkat BOR yang relatif tinggi, terutama di Pulau Sumatera.
Provinsi dengan tingkat BOR yang masih tinggi yaitu Sumatera Utara 57 persen, Riau 52 persen, Kepulauan Riau 49 persen, Sumatera Barat 49 persen, Sumatera Selatan 47 persen, Bangka Belitung 45 persen, Jambi 43 persen, dan Lampung 38 persen.
"Untuk tingkat BOR di Wisma Atlet kemayoran relatif sudah rendah, sekitar 16 persen," bebernya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya