Kasus Covid-19 Jateng Meningkat, BOR Rumah Sakit di Solo Capai 80 Persen
Merdeka.com - Seiring meningkatnya kasus di Jawa Tengah, khususnya Solo Raya, tingkat keterisian rumah sakit untuk perawatan pasien Covid-19 di Kota Solo juga meningkat. Bahkan sudah mencapai 80 persen.
“Saat ini bed occupancy ratio (BOR) atau rata-rata keterisian kamar sudah mencapai 80,6 persen,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, Kamis (17/6).
Menurut Siti, angka tersebut meningkat jika dibandingkan 3 hari lalu yang masih di angka 73 persen. Bahkan menurutnya, saat ini rata-rata tingkat keterisian khusus untuk kamar ICU (intesive care unit) di sudah mencapai 94,9 persen.
“Beberapa rumah sakit dengan tingkat keterisian ICU yang sudah mencapai 100 persen. Di antaranya di RS Jiwa Daerah dr Arif Zainudin, RS Panti Waluyo, RS Kasih Ibu, RS Hermina, dan Rumah Sakit Daerah Bung Karno (RSBK),” jelasnya.
Siti mengaku sudah meminta rumah sakit agar meningkatkan kapasitas ICU. Namun jika terkendala peralatan pihaknya pihaknya akan memintakan bantuan ke pemerintah pusat.
“Kalau kurang alat nanti saya usahakan minta ke pusat, tetapi kami tidak bisa menjanjikan itu," katanya.
Siti hanya meminta agar kapasitas ICU dioptimalkan. Langkah tersebut perlu dilakukan mengingat hampir di setiap daerah mengalami kenaikan kasus Covid-19. Bahkan, kemarin saja, lanjut dia, di Solo ada penambahan 56 kasus aktif yang sebagian besar tanpa gejala.
“Perlu dilakukan upaya percepatan vaksinasi khususnya untuk kelompok lanjut usia (lansia) dan pralansia,” tandasnya.
Ia berharap para lansia dan pra lansia tidak perlu sampai ke rumah sakit, jika terpapar Covid-19 dan tidak perlu sampai masuk ICU. Siti juga meminta masyarakat untuk selalu waspada dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan keluarga.
"Masyarakat harus bertanggungjawab sendiri. Jangan menulari yang lain, tetap melakukan karantina," pungkas dia.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya