Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus Covid-19 Hari Ini di Jabar Menurun, BOR Rumah Sakit Capai 25,9 Persen

Kasus Covid-19 Hari Ini di Jabar Menurun, BOR Rumah Sakit Capai 25,9 Persen Petugas Swab Tes PCR di Jakarta. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat kasus Covid-19 cenderung menurun, terutama setelah melewati momen libur panjang pada kalender Februari lalu. Saat ini, hal yang terus diakselerasi adalah distribusi vaksinasi kepada semua lapisan masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, penurunan kasus terjadi dalam berbagai indikator. Dari sisi kasus harian berada di angka 4 ribu kasus per hari setelah sebelumnya menyentuh 16 ribu kasus per hari. Hal lain adalah tingkat kepatuhan yang cenderung meningkat, khususnya di area penggunaan masker dan jaga jarak.

"Kasus harian saat ini ada kecenderungan menurun. Di awal Februari sempat mencapai 16 ribu per hari, hari ini kita di angka 4 ribuan. Indikator yang selalu dipantau adalah keterisian rumah sakit atau BOR (Bed Occupancy Rate)," kata Setiawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (7/3).

Dia mengatakan, pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit tercatat berada di angka 25,9 persen. Angka tersebut menurut Setiawan, menurun dari sebelumnya 30 persen.

Kenaikan Kasus Ketika Momen Libur Panjang

Di singgung mengenai peningkatan kasus yang sempat terjadi, Setiawan mengatakan tren itu terjadi setiap ada momen libur panjang. Namun, dia mengklaim sudah diprediksi dan diantisipasi.

Setiawan menjelaskan, saat momen liburan, Jawa Barat merupakan salah satu tujuan dari masyarakat, khususnya dari wilayah Jakarta yang dikenal pula sebagai episentrum virus Covid-19.

"Kasus tertinggi asalnya kan dari Jakarta. Saat liburan banyak yang ke Jabar. Ketika kita pantau, akhirnya kasus terkonfirmasi positif itu banyak di Jabar. saya mengamati setiap ada liburan panjang, pasti di Jabar (kasus) meningkat," kata dia.

Dia menambahkan, sumbangan kasus Covid-19 di wilayah aglomerasi Bodebek dan Bandung Raya kontribusinya bergeser. Dia mengatakan bahwa dulu kurang lebih 40 persen kasus Covid-19 kontribusi di Bodebek, 30 persen di Bandung Raya.

"Sekarang ke balik. Itu pergeseran dari liburan tadi. Karena Bodebek itu tidak terlepas dari Jakarta. Kalau jakarta menurun, Bodebek ikut turun,” ujar dia.

Disiplin Prokes dan Vaksinasi Masyarakat

Hal krusial saat ini adalah kedisiplinan mengenakan masker dan akselerasi vaksinasi Covid-19. Tingkat vaksinasi untuk masyarakat umum dosis I mencapai 88,9 persen dosis I, dosis II sudah hampir menyentuh 70 persen.

Lalu kelompok rentan seperti lansia realisasi vaksinasi dosis I sudah di atas 70 persen, dosis II mengejar 70 persen, begitu pula dengan sasara anak-anak. Angka itu harus terus ditingkatkan meski sudah ada isu-isu mengenai perubahan pandemi Covid-19 menjadi endemi.

"Kunci vaksinasi harus diakselerasi tadi diberi arahan ke kabupaten kota. Yang namanya varian covid-19 terus kita pantau tidak hanya Jabar, tapi nasional. Beberapa sifat dikenal, omicron efeknya tidak sehebat delta. Kita juga menjaga agar Omicron tidak kena ke kelompok rentan, terutama yang punya komorbid,” imbuh Setiawan.

Dia menekankan bahwa pemerintah Provinsi Jawa Barat menunggu petunjuk pelaksanaan dari pemerintah pusat terkait status endemi. "Ketika kita mendeclare, pandemik ke endemik ini kan enggak bisa sepihak, harus secara nasional sedang digodok Kemenkes," ucap dia.

"Misalkan kelompok yang terkena Omicron, 3 hari batuk dan sembuh, itu menggeser pandemi jadi endemik. seperti flu biasa. kan flu menular, tapi flu tidak lagi menakutkan kan,” pungkasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP