Kasus Covid-19 Fluktuatif, Wali Kota Makassar Bimbang Pembelajaran Tatap Muka
Merdeka.com - Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, masih bimbang apakah akan mengizinkan pembelajaran tatap muka di Makassar. Sebab kasus Covid-19 di Makassar naik turun dan masih zona oranye.
Danny Pomanto mengaku awalnya sudah siap mengizinkan untuk simulasi pembelajaran tatap muka di Makassar. Apalagi vaksinasi tenaga pengajar sudah 100 persen rampung.
"Tinggal murid saja, kita sudah siapkan Swab antigennya. Kita lakukan skrining," ujarnya kepada Merdeka.com, Sabtu (29/5).
Meski demikian, kekhawatiran politisi NasDem ini adalah masih naik turunnya kasus aktif Covid-19 di Makassar pascalibur Lebaran.
"Naik turun-naik turun (kasus Covid-19). Kalau saya tidak mau hitung yang kecilnya, saya hitung yang terburuknya. Kita lihat dulu ini, tapi kalau kita masih oranye kan tidak bisa kita lakukan," tuturnya.
Secara pribadi, Danny ingin siswa bisa melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Untuk itu, dirinya akan terus melibatkan epidemiologi dan memberikan laporan terakhir terkait kondisi Covid-19 di Makassar.
"Jadi menurut Epidemiologi, memang hari minggu itu puncaknya Covid-19. Jadi biar kita kasih laporan Senin katanya," ucapnya.
Dinas Pendidikan Makassar menyiapkan sistem pembelajaran tatap muka yang rencananya akan digelar Juni 2021. Meski demikian, untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka tersebut, Disdik Makassar masih menunggu rampungnya program vaksinasi bagi guru.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Makassar, Nielma Palamba mengatakan saat ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, program vaksinasi bagi guru hampir rampung. Jika vaksinasi terhadap guru telah rampung, kata dia, selanjutnya Disdik Makassar akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka.
"Vaksinasi terhadap guru sudah mendekati rampung. Kalau vaksinasi tersebut sudah rampung, kita bisa melakukan uji coba pembelajaran tatap muka," ujarnya kepada Merdeka.com, Senin (24/5).
Nielma menjelaskan uji coba pembelajaran tatap muka nantinya akan dilakukan satu sekolah di setiap kecamatan di Kota Angin Mammiri itu. Nielma mengaku pihaknya juga melakukan tinjauan lapangan akan dilakukan pihaknya pada Juni mendatang.
"Ini untuk mengukur sejauh mana kesiapan sekolah dalam menerapkan pembelajaran tatap muka. Kita akan verifikasi, saya mau di setiap kecamatan ada, perwakilan di tiap kecamatan sekolah untuk gelar tatap muka," tuturnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya