Kasus Covid-19 di Sulsel Melonjak, 81 Persen OTG
Merdeka.com - Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan telah terjadi peningkatan kasus positif covid-19 di Sulsel. Namun 81 persen dari mereka itu OTG atau Orang Tanpa Gejala.
"81 persen dari mereka yang tertular covid-19 itu adalah OTG. Indikatornya adalah rumah sakit yang disiapkan untuk penderita tidak begitu penuh. Kini, kewalahannya kita ada pada hotel untuk karantina mereka yang OTG," kata Nurdin Abdullah kepada wartawan usai rapat Forkopimda Sulsel menjelang Natal dan Tahun Baru 2021 di Masa Pandemi di ruang Rapim kantor Gubernur Sulsel, Jumat (18/12).
Olehnya, kata Nurdin, dari enam hotel yang telah dipersiapkan yakni Hotel Swiss Bell, Hotel Kamanre, Hotel Yasmin, Hotel Kenari, Hotel Grand Imawan dan Hotel Lynt, ditambah lagi empat hotel yakni Hotel Almadera, Hotel Grand Palace, Hotel Remcy dan Hotel Harper.
Peningkatan kasus covid-19 ini, kata Nurdin Abdullah, telah diprediksi sebelumnya.
"Pasti akan terjadi peningkatan di bulan Desember dengan adanya pesta demokrasi karena penularan covid-19 bukan melalui droplet saja sekarang tapi sudah lewat benda. Misalnya lewat alat peraga dll. Makanya kita sudah persiapkan dengan baik untuk menghadapinya," kata Nurdin.
Diketahui, ada sejumlah calon kepala daerah berikut keluarganya dan tim pemenangan yang terpapar saat Pilkada dan setelah pilkada. Antara lain Syamsul Rizal calon Walikota Makassar dan juga tim pemenangan Syamsul Rizal yakni Ilham Arief Sirajuddin bersama anaknya, Amirul Yakin Ramadhansyah. Lalu Chaidir Syam, calon Bupati Maros. Kemudian Malkan Amin, calon Bupati Barru meninggal dunia karena covid-19.
Data dari tim konsultan Satgas Covid-19 Sulsel menyebutkan, posisi Maret hingga 17 Desember 2020 ini tercatat 24.352 kasus positif. Di antaranya, positif aktif sebanyak 3.913 kasus atau sebesar 16,1 persen, lebih tinggi dari kasus positif aktif tingkat nasional yang hanya 15,1 persen. Pada posisi Kamis(17/12), jumlah kasus positif sebanyak 339 kasus, terbanyak dari Makassar sebanyak 122 kasus.
Untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 lebih massif jelang natal dan tahun baru 2021 mendatang, kata Nurdin, segala bentuk perayaan tahun baru akan ditiadakan, juga tidak dikeluarkan izin keramaian. Untuk kegiatan ibadah natal juga secara terbatas. Selebihnya secara virtual.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya