Kasus Covid-19 di Solo Melonjak, FX Rudy Nilai Imbas Libur Natal dan Tahun Baru
Merdeka.com - Penambahan kasus Covid-19 Kota Solo semakin tak terkendali. Dalam dua hari ini penambahan tercatat sebanyak 550 kasus. Dengan perincian 250 pada hari Selasa dan 300 kasus pada hari Rabu.
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengatakan, melonjaknya kasus terpapar virus Corona di Solo sebagai imbas libur akhir tahun Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Meski pihaknya telah melarang perantau untuk mudik ke Solo, namun kenyataannya jumlah kasus tetap melonjak.
“300 ini kan hasil Natal dan Tahun Baru. Jadi inilah yang harus kami sampaikan," ujar Rudy di sela Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di RSUD Bung Karno, Pasarkliwon, Solo (14/1).
Rudy menyampaikan, pihaknya akan menunggu hasil program pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang dimulai 11-25 Januari.
“Kita tunggu 14 hari naik atau tidak. Kalau tidak ada kenaikan berarti sangat efektif untuk pembatasan kegiatan masyarakat,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Solo, Siti Wahyuningsih menambahkan, tingginya penambahan kasus positif corona tersebut sangat dipengaruhi oleh kecepatan hasil laboratorium. Menurut dia penambahan sebelumnya cukup rendah atau sekitar 40 per hari. Hal tersebut dikarenakan laboratorium uji swab belum jadi.
"Kira-kira rata-rata itu memang 100 per hari. Kemarin selama tiga hari kan 40-60 kasus. Jadi ini rapelan beberapa hari," katanya.
Sementara itu berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Rabu kemarin akumulasi jumlah kasus positif mencapai 6.404 kasus.
Dari jumlah tersebut 4.164 di antaranya sembuh, 1.635 menjalani karantina mandiri, 294 dirawat dan 311 lainnya meninggal dunia.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya