Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus Bupati Rita, saksi akui ada uang pemulus guna dapat proyek di Kukar

Kasus Bupati Rita, saksi akui ada uang pemulus guna dapat proyek di Kukar ilustrasi pengadilan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum pada KPK kembali menghadirkan sejumlah saksi pada persidangan penerimaan gratifikasi dan suap oleh Bupati Kutai Kartanegara nonaktif, Rita Widyasari. Satu dari lima saksi yang dihadirkan, membenarkan adanya pemberian uang dari kontraktor terhadap pemerintahan kabupaten Kutai Kartanegara.

Hal ini diungkap oleh staf keuangan PT Citra Gading Asritama, Tjatur Suwardono. Dalam keterangannya, Tjatur mengatakan setiap pengurusan perizinan ada uang pemulus dengan jumlah bervariasi. Uang pemulus tersebut kemudian disebut dengan uang Matpus.

"Ada uang Matpus, material pusat, anggaran untuk proyek baru untuk kelancaran proyek baru. Fungsinya untuk kelancaran pelelangan," ujar Tjatur saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, untuk terdakwa Rita, Rabu (21/3).

Dia menjelaskan, setelah lelang berhasil dimenangkan dan pemberian uang pemulus awal diberikan barulah uang Matpus dikeluarkan perusahaan ke Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Tjatur juga mengatakan dalam uang Matpus ada jatah khusus untuk Rita. Meski tidak merinci nominal setiap transaksi dari PT Citra Gading ke Rita, Tjatur mengkalkulasi ada sekitar Rp 5 miliar yang telah dikeluarkan perusahaan tempat dia bekerja. Kebanyakan, imbuh Tjatur, uang diserahkan ke Rita dengan pemberian tunai.

"(Pemberian uang) ke Rita ada?" Konfirmasi Jaksa.

"Ada pak, Rp 5 miliar untuk Bupati," jawab Tjatur.

Seperti diketahui, Rita didakwa menerima gratifikasi Rp 469.459.000.000 dan menerima suap dari PT Sawit Golden Prima sebesar Rp 6 miliar. Dari tindak pidana tersebut mengungkap beberapa peran tim 11 yakni sebagai penghubung para pemohon izin dengan Rita untuk menyelesaikan segala kendala di Kutai Kartanegara.

Salah satu anggota tim 11 merupakan Khairuddin. Politisi Golkar itu sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD Kutai Kartanegara, sebelum akhirnya memutuskan mundur dan bergabung menjadi tim sukses Rita.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP