Kasus anggota TNI AD vs massa GPK berujung damai

Reporter : Parwito | Minggu, 13 Mei 2012 07:00




Kasus anggota TNI AD vs massa GPK berujung damai
ilustrasi

Merdeka.com - Insiden perusakan mobil Sudirman (48) anggota TNI AD berpangkat Pelda oleh massa ormas Gerakan Pemuda Kab'bah (GPK) di Perempatan Meteseh, Dusun Nglarangan, Desa Sido Agung, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah akhirnya diselesaikan secara damai setelah di mediasi oleh polisi.

Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan kasus pengerusakan mobil dan penganiayaan itu secara kekeluargaan sehingga kasus pengerusakan mobil dan pengeroyokan anggota TNI AD itu tidak dilanjutkan proses hukumnya.

Fakta itu disampaikan oleh Kapolres Magelang AKBP Guritno melalui Kapolsek Tempuran AKP Murjito usai melakukan mediasi di Mapolsek Tempuran, Jalan Raya Magelang-Purworejo, Jateng Minggu (13/5) dini hari.

AKP Murjito saat dikonfirmasi wartawan usai melakukan mediasi antara staf dan anggota TNI AD Akmil dan masa GPK membenarkan bahwa telah terjadi kesalahpahaman dan mengakibatkan rusaknya mobil Suzuki Side Kick warna merah milik Pelda Sudirman akibat insiden serempetan.

"Memang betul, tadi terjadi serempetan antara pengendara Suzuki Side Kick dengan masa konvoi GPK pulang dari pengajian milad di Temanggung. Sempat terjadi adu mulut. Namun dari pihak sopir mobil belum melapor secara resmi dan hari ini akan di selesaikan secara kekeluargaan," jelas dia.

Dari pantauan merdeka.com, di TKP kejadian usai insiden mobil itu langsung dipinggirkan oleh polisi. Dalam kondisi seluruh bagian kaca pecah, mobil langsung diteliti oleh petugas Polres Magelang.

Sudirman sendiri saat di TKP usai insiden dan adu jotos dengan masa GPK enggan memberikan komentar kepada wartawan. Dirinya langsung meninggalkan TKP dan mobilnya begitu saja. Beberapa anggota TNI dengan pakaian preman dan berjaket kulit saat dimintai keterangan media juga enggan memberikan keterangan banyak.

"Nanti saja kalau mau konfirmasi langsung ke atasan saya saja yang punya mobil. Saya tidak berani karena hanya sebagai staf beliau (Sudirman)," kata salah satu anggota TNI yang berjaket cokelat kepada merdeka.com tanpa menyebut nama.

Saat di Polsek Tempuran yang jaraknya hanya sekitar 50 meter dari TKP, beberapa anggota TNI baik berseragam maupun berpakaian preman mendatangi dan masuk ke ruang Kapolsek Tempuran AKP Murjito untuk bermusyawarah soal insiden itu. Termasuk seorang anggota TNI memakai baju biru putih berpola kotak-kotak berpangkat perwira yang merupakan komandan Sudirman.

"Kalau mau komentar dari kami (TNI) nanti saja biar pihak Akmil memberikan keterangan resmi, kami tidak berwenang"

Usai pertemuan, Murjito mengatakan dari pihak GPK Gus Nurul dan anggotanya sudah bermusyawarah. Intinya mereka sepakat untuk menyelesaikan insiden yang dipicu kesalahpahaman secara kekeluargaan.

"Soal ganti rugi belum ada. Sampai saat ini kalau kekeluargaan harus ada surat pernyataan hitam di atas putih dari kedua belah pihak. Gus Nurul sudah saya ajak bicara tapi dia ngomong kalau sehari belum makan dan ngantuk. Jadi keputusannya hari ini Minggu (13/5)," tegasnya.

[has]

KUMPULAN BERITA
# TNI AD# Tni Bentrok

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Nazaruddin sebut Anas bakal jadi Menpora
  • JK: Lupakan nomor 1 dan 2, sekarang ingat 3 saja
  • Prabowo jenguk pendukung yang terluka di RSPAD
  • Kandas di MK, kubu Prabowo mungkin ambil jalur politik
  • Obat DJ Una usir kebosanan, penasaran?
  • Pertanyaan bertele-tele, Jaksa tuding Anas mempermainkan sidang
  • Tim Hukum Prabowo kecewa MK tak sejalan dengan putusan DKPP
  • Maruarar: Jokowi takkan jadi ketum PDI Perjuangan
  • Bom masih aktif bekas PD II ditemukan di Jerman
  • Kenapa Demokrat tak hadir & teken pernyataan sikap kubu Prabowo?
  • SHOW MORE