Karyawati toko di Bali dianiaya bos WNA asal Prancis
Merdeka.com - Widi Hastuti, karyawati sebuah galeri di Kuta, Bali mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari atasannya yang juga warga negara asing (WNA). Pelaku yang diketahui bernama Thierry Greffier melakukan kekerasan kepada korban hingga memar di bagian tangan dan pinggang.
"Saya enggak tahu masalahnya, cuma memang dari cerita kebanyakan, dia enggak suka kalau lihat orang yang kerjanya tidak berbuat apa-apa," cerita Widi saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (25/5).
Peristiwa tidak mengenakkan itu berlangsung pada Minggu (28/4) saat dia menjalani giliran kerja di siang hari. Sesuai aturan tempatnya bekerja, karyawan yang mendapat jadwal siang diwajibkan bertugas selama 12 jam dari pukul 12.00 WITA hingga 21.00 WITA.
Karena waktu sudah memasuki makan siang, Widi menyantap makanan yang dibawanya dari rumah dan memesan segelas air jeruk. Dia memilih duduk di tangga sembari menghadap pintu toko.
Saat tengah menikmati suapan terakhir, pemilik toko sekaligus bosnya, Thierry tiba dengan motor. Melihat itu, dia lantas membereskan bungkus makanannya dan membuangnya. Sementara, gelas berisi air jus ditaruh di atas meja.
Melihatnya sedang makan, Thierry langsung masuk ke dalam toko dan memarahinya. Dia menuding Widi tidak becus bekerja, ia dituding melanggar aturan perusahaan.
"Sedangkan itu jam makan, harusnya bisa ngerti," katanya heran. Widi juga mengaku telah meminta maaf, tapi tidak digubris pemilik toko.
Dengan wajah marah, Thierry menyatakan memecatnya. Perkataan itu disambut Widi dengan melepas seragamnya dan mengembalikannya kepada bos bule itu dan meminta gaji selama tiga minggu bekerja dibayarkan. Melihat reaksi itu, amarah Thierry semakin tinggi.
Tanpa sengaja, gelas berisi air jeruk terlepas dari genggaman tangannya terlempar dan hampir mengenai bosnya itu. Meski tidak kena, minuman itu justru membasahi lukisan yang dijual di dalam galeri.
Tidak terima, amarah Thierry semakin memuncak. Pria asal Prancis itu langsung menghantam tangannya ke arah muka dan leher korban. Meski berupaya membela diri, namun pukulannya tetap mengenai tulang rahang, bahu dan kepalanya.
Korban berupaya menghindar, tapi pelaku terus mengejar dan mendorongnya hingga membentur lukisan lainnya sembari memukul dan mencekik leher, sampai memaksanya duduk di tangga yang terbuat dari batu. Widi baru berhasil melarikan diri berkat bantuan rekannya yang sempat dihubungi selama bos asingnya terus memaki.
Setelah berjuang, Widi akhirnya berhasil kabur dan melaporkan kekerasan yang dia alami ke Polres Kuta. Tapi, korban yang diantar bersama Elfira, kawannya, dilempar ke Polsek Kuta Utara. Dia baru bisa melaporkan kejadian ini ke Polsek Kuta Utara serta menjalani visum et repertum. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya