Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Karut-Marut PPDB, Daftar SMA Semarang 'Terlempar' ke Wonogiri

Karut-Marut PPDB, Daftar SMA Semarang 'Terlempar' ke Wonogiri Ilustrasi

Merdeka.com - Orang tua calon siswa di Semarang protes lantaran anaknya yang mendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 4 Semarang, terlempar ke SMA 1 Purwantoro Wonogiri, akibat sistem zonasi jarak yang kacau.

"Itu sistem sudah diatur oleh Disdik. Hanya saja satu siswa milih beberapa lima sekolah tidak diterima. Sistem yang mengatur mencarikan sekolah lain, sehingga dicarikan yang kekurangan murid di Wonogiri," kata operator PPDB SMA 4 Eko Suwardi saat ditemui di lokasi, Jumat (5/7).

Dia menuturkan, alur sistem alokasi siswa sesuai zonasi bisa dikonfirmasikan langsung kepada Disdikbud. Hal ini lantaran ketentuan jarak domisili dengan sekolah tujuan sudah dihitung melalui sistem yang dibuat Disdik.

Eko mengaku saat ini hanya sebatas bertugas mengoperasikan sistem PPDB melalui komputer. "Pokoknya sistemnya yang mencarikan solusi. Jarak yang bikin sistemnya. Kita hanya disosialisasikan pengoperasian sistem itu. Kami saat ikut bimbingan teknis (bimtek) diajari operasikan komputer dengan benar. Lalu disesuaikan dengan regulasi yang ada saat ini," terangnya.

Eko menyatakan, hanya sekitar tiga orang tua yang mengaku anaknya diterima di SMA daerah Wonogiri. Persoalan tersebut sudah disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng.

"Solusi terbaik harus daftar lewat jalur prestasi, bisa SMA di Semarang atau luar zonasi yang masih berpeluang kekurangan peserta didik," jelasnya.

Meitasari (43) seorang orang tua siswa mengaku anaknya tersisih dari zona sekolah yang terdekat. Justru terlempar sekolah sekolah Negeri Wonogiri.

"Jarak zonasi tersebut dinilai tidak masuk akal, lantaran berjarak hanya 5 KM jika dihitung dalam sistem PPDB. Namun realitas lapangan jarak itu sekitar 186 KM jika dihitung melalui aplikasi Google Map," kata Meitasari saat mendatangi SMA 4 Semarang.

Meita mempertanyakan sistem zonasi pendaftaran PPDB harusnya mengakomodir sekolah terdekat lainnya. Dari empat SMA di Semarang yang didaftar tak satu pun nama anaknya tertera.

"Jarak kelurahan dengan SMA 4 hanya 0,8 KM, pilihan ke dua SMA 9 jarak 1,5 KM, SMA 1 dan SMA 3 jarak 4 KM, tapi tiba-tiba sistem langsung memasukan ke Wonogiri," bebernya.

Dia mengaku, selama proses pendaftaran tidak pernah memilih SMAN 1 Purwantoro Wonogiri. Namun sistem yang menentukan secara otomatis.

"Tidak pernah klik di SMA Wonogiri, ini ada kelalaian pada sistem. Saya juga tidak mau daftar ulang. Sementara daftar di sekolah swasta dulu," ujarnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP