Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kartini modern, TNI dan Polwan jago ringkus penjahat

Kartini modern, TNI dan Polwan jago ringkus penjahat Prajurit wanita TNI. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Hari ini, atau tepatnya 136 yang lalu, Raden Ayu (RA) Kartini lahir ke dunia. Setelah dewasa, dia memperjuangkan emansipasi wanita agar setara dengan laki-laki. Gadis asal Jepara ini iri melihat wanita Eropa bisa bersekolah, sedangkan pribumi terpaksa mengubur cita-citanya demi melayani suami dan anaknya.

Berkat perjuangannya yang tak kenal lelah, Kartini berhasil mengajak gadis-gadis muda untuk belajar dan meraih ilmu. Kini, kedudukan wanita setara dengan pria, dan menjadi bagian dari TNI untuk menjaga keutuhan NKRI.

Meski wanita, bukan berarti mereka bisa dipandang sebelah mata. Keahliannya dalam bela diri, menyamar hingga menembak kini sudah setara, atau bahkan melebihi para lelaki.

Mereka tak lagi sekadar jadi pemanis, tapi juga mampu menangkap para penjahat, seperti yang dilakukan Brigadir Marlina. Dengan penuh keberanian, dia membekuk pria yang menjambret tasnya.

Selain Lina, masih ada Letkol Yuni yang melawan dua orang preman suruhan bekas anak buahnya. Masih ada juga tiga polisi wanita yang berhasil mengungkap kasus perampokan.

Berikut wanita-wanita tangguh yang sanggup menghajar para penjahat seorang diri:

Brigadir Marlina lumpuhkan penjembret

lumpuhkan penjembret rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Brigadir Marlina (31) dijambret saat hendak berangkat kerja ke Polres Metro Jakarta Utara. Kejadian ini dialaminya tidak jauh dari rumahnya di Jalan Bambu Kuning, Bekasi Timur beberapa waktu lalu.

"Saya spontan ketika melihat penjambret, akhirnya saya menendang ban depan motor penjambret itu," kata Marlina saat ditemui di ruang kerjanya di Sabhara Polres Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Jumat (13/3).

Marlina mengatakan, saat berangkat kerja situasi di sekitar rumahnya masih sangat sepi. Marlina biasa berangkat menggunakan sepeda motor, namun karena cuaca tidak baik akhirnya dia memutuskan untuk naik bus. Saat sedang berjalan kaki tiba-tiba saja ada jambret bernama Praditya merebut tas cokelat yang dibawanya.

"Saya sempat menarik tas, tapi karena dia nariknya pakai motor akhirnya lepas. Saya kalah cepat," ungkapnya

Marlina menjelaskan bahwa Begal itu langsung kabur, namun Marlina terus mengejarnya dengan berlari sambil berteriak jambret. Teriakan Marlina ini menarik perhatian warga di kawasan itu. Melihat banyak warga, jambret memutar balik ke arah Marina.

"Mungkin karena refleks pakai kaki kanan nendang, dia kekeh enggak mau kasih tas saya. Akhirnya saya pukul saja mukanya," tandasnya.

Letkol Yuni jatuhkan dua preman

jatuhkan dua preman rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Tak hanya Polwan, cerita wanita pemberani ini juga datang dari anggota TNI wanita, Dia adalah Letkol Kesjas TNI AU, Dra. Yuni Sukmawati. Mantan orang nomor satu di lingkungan Wanita Angkatan Udara (Wara) itu pernah menjabat sebagai Komandan Sepadik Kadik Skuadron Pendidikan 105 Wara Lanud Adi Sutjipto 2009-2010. Dia mengungkapkan pengalamannya kepada merdeka.com saat melumpuhkan dua orang preman suruhan anak buahnya di TNI AU.

Anak buahnya itu juga didikannya di dojo Jiu Jitsu Kai di lingkungan TNI AU. Yuni menguasai ilmu beladiri itu hingga meraih sabuk Dan V. Dia menekuni bela diri itu sejak masih berseragam putih abu-abu di Surabaya.

"Waktu di Surabaya dulu, anak buah saya tiba-tiba nyuruh orang lain, preman. Dua orang mau mencelakai saya. Saya dikeroyok dua orang kanan dan kiri saya, menghentikan saya," kata Yuni.

Yuni hanya merasa yakin dengan ilmu beladiri Jiu Jitsu Kai dia tekuni sejak 1986 itu. Hanya dengan dua jurus, dia dengan mudah melumpuhkan kedua preman. Kedua lelaki itu langsung lari ketakutan.

"Saat itu saya menjadi pelatih Jiu Jitsu Kai di Lanud Sidoarjo, Surabaya sekitar tahun 2002. Saya telusuri usai anak buah saya itu mencoba-coba ilmu saya. Saya tahu karena selama keseharian berlatih dengan saya, dia terlihat tidak menyukai dengan sistem bela diri dan metode melatih saya di Lanud Sidoarjo, Surabaya dulu," ujar Yuni.

Yuni juga kerap didapuk menjadi juri dan wasit di gelaran pertandingan bela diri dalam ajang Kejurnas dan Sea Games. Meski begitu, anak buahnya tidak langsung meminta maaf karena sang preman sudah mengakui dia disuruh mengerjai Yuni. Seiring berjalannya waktu, anak buahnya pun akhirnya meminta maaf kepada Yuni.

"Baru pindah ke Yogya, tahun 2006 dia menghadap ke saya. Minta maaf. Saya tidak mempersoalkan tapi saya berpesan, kepada siapapun jangan seperti itu ke orang lain," ujar ibu dari Felicia Nafirstya Deyzitta itu.

3 Polwan ringkus perampok

ringkus perampok rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dengan berpura-pura menyamar sebagai sales promotion girl (SPG), tiga polwan yang bertugas di Mapolsek Muara Beliti, Musi Rawas, Sumsel, berhasil meringkus perampok. Pelaku ditangkap hanya dengan satu pukulan tangan oleh salah satu polwan cantik tersebut.

Kasat Reskrim Polres Musi Rawas AKP Teddy Ardian mengungkapkan, penangkapan tersebut berawal dari aksi perampokan terhadap pengendara motor yang terjadi beberapa waktu lalu. Saat itu, polisi hanya meringkus tiga dari lima pelaku.

Setelah mendapat informasi dari tersangka, polisi mengembangkan kasusnya dan melakukan penangkapan. Agar berhasil, tiga polwan bernama Bripda Dina, Bripda Irawati dan Bripda Sherina diturunkan dengan menyamar sebagai SPG.

Begitu melihat keberadaan pelaku yang diketahui bernama Akil bin Arpan (25), tiga polwan tersebut beraksi. Dengan sekali tonjok, pelaku yang bekerja sebagai buruh serabutan itu berhasil ditangkap.

"Tiga polwan nyamar jadi SPG saat penangkapan. Kini tersangka sudah diamankan di Mapolsek Muara Beliti," ungkap Teddy, Rabu (8/4).

Dikatakannya, dalam menjalankan perampokan, tersangka beraksi bersama empat rekannya, yakni Bobi Herlika, Muhammadiyah dan Jaja Miharja. Ketiganya sudah ditangkap. Sementara satu pelaku lain bernama Ansyori dinyatakan buron.

"Petugas masih mengejar keberadaan Ansyori, karena diduga masih melakukan perampokan," tukasnya.

Brigadir Yola bekuk bandar narkoba

bekuk bandar narkoba rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Brigadir Chang Mei Zhiang alias Yolla Bernada (31) menilai sebuah anugerah memiliki darah Tionghoa. Betapa tidak, banyak bandar narkoba tertangkap berkat lihainya Yolla dalam menyamar dan menjebak.

"Pernah nyamar dapat pelakunya bencong, dia tadinya enggak percaya katanya 'lu polwan ya kan?' Terus saya bilang 'masa saya polwan saya kan Chinese'. Masa Chinese bisa masuk polwan, kenapa sanksi?' kata Yolla meniru drama yang terjadi dalam tugasnya kepada merdeka.com di kantor Pospol Taman Sari, Jakarta Barat, Kamis (30/1).

Ketika sabu sudah di tangan, langsung saja polisi menyergap pelaku pengedar narkoba tersebut. Saat dia bertugas di Reskrim Narkoba, dia juga sering memanfaatkan kedekatannya dengan komunitas etnis Tionghoa.

"Waktu menyamar di tempat yang diduga pabrik saya sampai pantau dari vihara dan tidur di sana, untung kenal orang sana," cerita wanita dengan tiga anak ini.

Wanita yang telah menerima penghargaan dari MURI sebagai polwan pertama beretnis Tionghoa bangga dengan identitasnya. Bahkan dengan identitas itu dia membuat penyidikan beberapa kasus berjalan lancar.

Kini setelah 4 tahun di Reskrim Narkoba, Yolla terus memperlebar kariernya. Bahkan wanita yang jago bela diri ini ingin mencoba masuk ke pasukan pengamanan PBB atau setidaknya menjadi bagian dari penyidik cyber crime.

Mimpi Yolla masih panjang, terakhir di tahun baru China ini dia berharap agar kepolisian memberinya ruang untuk berkembang dan naik jabatan.

"Saya mau sekolah lagi menjadi perwira tinggi, dulu saya kejar Brigadir karena mau sekolah tetapi naik lagi syaratnya jadi Bripka. Mudah-mudahan polisi lebih baik, pimpinan punya aturan jelas karena kadang ganti pimpinan ganti peraturan," keluh dia.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP