Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Karir emas para polisi mantan ajudan presiden

Karir emas para polisi mantan ajudan presiden Kapolri Jenderal Sutarman. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Mabes Polri kembali merotasi sejumlah perwira tinggi. Kapolda Banten Brigjen Pol Ahmad Dofiri dirotasi menjadi Karosunluhkum Divkum Polri.

Posisinya Brigjen Pol Ahmad Dofiri digantikan Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo. Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menjabat Pamen SSDM Polri yang ditugaskan mengawal Presiden Joko Widodo.

Penunjukan alumnus Akpol 91 ini sebagai Kapolda Banten cukup mengejutkan publik. Kombes Prabowo dinilai terlalu dini menjabat Kapolda.

"Ini kejutan buat masyarakat. Di mana Sigit yang sangat mudah dari Akpol 91 langsung dipercaya jadi Kapolda Tipe B. Selama ini biasanya ambil job dulu jadi perwira tinggi Mabes Polri baru jadi Kapolda," kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan dalam keterangannya kepada merdeka.com, Kamis (6/10).

Namun karir moncer mantan ajudan Presiden bukan hanya didapat oleh Kombes Prabowo. Beberapa bahkan tercatat melanggeng sebagai Kapolri.

Pertama ada Jenderal Pol Kunarto. Jenderal Pol Kunarto menjabat sebagai ajudan Presiden Soeharto dari tahun 1979 hingga tahun 1986. Kuntoro masuk pendidikan polisi, PTIK angkatan IX pada tahun 1961.

Setelah menjadi ajudan, Kuntoro ditunjuk jadi Wakil Kepala Polda Metro Jaya, lalu menjadi Kapolda Sumatera Utara pada 1987-1989. Selanjutnya Kunarto jadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia periode 1991-1993.

Kemudian Jenderal Pol Dibyo Widodo. Dibyo Widodo menjadi ajudan Presiden Soeharto sampai tahun 1992. Kemudian, Dibyo menjabat sebagai Irpolda Sumut, Wakapolda Nusa Tenggara, Wakapolda Metro Jaya dan Kapolda Metro.

Dibyo menutup kariernya dengan pangkat jenderal. Dia dipercaya menjadi Kapolri 1996-1998. Setelah pensiun, posisi jebolan di Akademi Angkatan Kepolisian 1968 itu digantikan oleh Jenderal Roesmanhadi.

Selanjutnya Jenderal Pol Sutanto. Sebagai lulusan terbaik di Akademi Kepolisian 1973, karier Sutanto terbilang moncer. Sutanto menjadi ajudan Presiden Soeharto pada tahun 19951998. Kemudian, saat promosi bintang satu Sutanto menjadi Wakapolda Metro Jaya.

Selanjutnya Sutanto menambah bintang di pundaknya saat dipercaya menjadi Kapolda Sumatera Utara, Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional. Jenderal penuh diraih saat dipilih Presiden SBY jadi Kapolri.

Pensiun dari kepolisian pada 2008, Sutanto menjabat Komisaris Utama PT Pertamina. Dia juga sempat menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara, sebelumnya akhirnya diganti pada 19 Oktober 2011.

Terakhir Jenderal Pol Sutarman. Jenderal Sutarman merupakan alumnus Akpol 1981. Ia kala itu ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Timur Pradopo.

Sebelum menjadi Kapolri, Jenderal Sutarman tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Dia adalah ajudan Presiden pemerintahan Abdurrahman Wahid pada tahun 2000.

Kemudian menjabat Kapolwiltabes Surabaya pada akhir 2004. Lantas berturut-turut sebagai Kapolda Kepri, Kakaskus Lemdiklat Polri, lalu Kapolda Jabar dan Kapolda Metro Jaya dan Kabareskrim Polri.

Namun setelah menjadi Kapolri sejak yang diraihnya 25 Oktober 2013 harus berakhir pada 16 Januari 2015. Lewat Keppres, Sutarman dicopot sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo.

Padahal, masa pensiun jenderal bintang empat itu masih sembilan bulan lagi. Isu yang berkembang, pencopotan Jenderal (Pol) Sutarman sebagai operasi 'pembersihan' orang-orang mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari korps Polri.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP