Karantina Terpusat Disediakan Jika Bandara Juanda Layani Kedatangan Internasional
Merdeka.com - Pemerintah berencana menjadikan Bandara Internasional Juanda Surabaya sebagai salah satu pintu masuk bagi pelaku perjalanan internasional. Rencana ini bertujuan untuk mengurangi penumpukan pelaku perjalanan internasional di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan jika Bandara Juanda dibuka bagi pelaku perjalanan internasional, maka pemerintah menyiapkan fasilitas karantina terpusat. Fasilitas ini diperuntukkan bagi pekerja migran Indonesia (PMI).
"Pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) PMI khususnya akan karantina di Surabaya langsung," katanya kepada merdeka.com, Senin (27/12).
Setelah menjalani karantina, baru para PMI bisa kembali ke tempat tujuannya masing-masing. Hingga saat ini, pemerintah masih menyiapkan lokasi karantina terpusat.
"Masih dipersiapkan," singkat Nadia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Bandara Juanda segera dibuka sebagai pintu masuk bagi pelaku perjalanan internasional.
"Pemerintah telah melakukan evaluasi ketat, salah satunya Bandara Juanda dijadikan sebagai alternatif pintu masuk dan pemenuhan kebutuhan logistik seluruh PPLN yang melakukan karantina di Surabaya," kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (27/12) pagi.
Pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah Jawa Timur. Dia berharap Bandara Juanda segera difungsikan untuk pelaku perjalanan internasional.
"Jadi Surabaya sudah dicek ke lapangan dan nanti sore akan kami cek lagi," ungkapnya. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya