Kapten Ariyanto disandera di Filipina, keluarga resah tunggu kabar
Merdeka.com - Keluarga mendesak pemerintah maupun perusahaan segera membebaskan Kapten Moch. Ariyanto Misnan, anak buah kapal TB. Henry yang diculik kelompok militan di Filipina. Sebab, sejak diculik pada 15 April lalu, hingga kini belum ada kejelasan.
"Hingga saat ini belum ada informasi perkembangan pembebasan anak kami dan rekannya," kata orang tua Kapten Ariyanto, Melati Ginting (52), kepada merdeka.com di rumahnya, Taman Narogong Indang, Jalan Garuda 6 RT 3/RW 22, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu (20/4).
Melati menuturkan, terakhir perusahaan tempat anaknya bekerja, yaitu PT. Global Trans Energy International, mendatangi rumahnya pada Minggu (17/4) lalu. Perusahaan, kata dia, meminta keluarga tetap bersabar, karena penyanderaan itu sedang ditangani oleh pemerintah.
"Kami harus bersabar sampai kapan? Saya enggak tahu kondisi anak saya sekarang di mana dan keadaannya bagaimana," kata Melati.
Karena itu, keluarga menginginkan pemerintah Indonesia segera melakukan tindakan supaya Kapten Ariyanto segera dibebaskan dengan selamat. Dia meminta agar Presiden Joko Widodo menjalin komunikasi dengan Presiden Filipina buat pembebasan para sandera.
Menurut Melati, keluarga hingga saat ini tak bisa tenang. Apalagi, sejak Minggu lalu belum ada informasi baik dari pemerintah maupun perusahaan, terkait kondisi Kapten Ariyanto. Bahkan, malah keluarga aktif mencari informasi melalui media massa.
Dua kapal berbendera Indonesia dibajak di perairan perbatasan antara Filipina dan Malaysia. Dari sepuluh anak buah kapal, empat di antaranya disandera pembajak, diduga dari kelompok militan Abu Sayyaf. Kedua kapal itu, yakni Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi, dirompak pada Jumat (15/4), sekitar pukul 18.31 dalam perjalanan ke Indonesia.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya