Kapolsek ini jadi bapak asuh puluhan anak punk Tangerang
Merdeka.com - Kehidupan anak punk selalu dipandang masyarakat sebelah mata. Berpenampilan urakan, badan penuh tato dan tak pernah mandi.
Tapi anggapan itu coba dipatahkan oleh Kapolsek Jati Uwung, Tangerang, Kompol Dermawan Karosekali. Setiap Selasa sore, puluhan anak punk ini dikumpulkan ke Mapolsek untuk menjalani pembinaan.
"Hal ini dilakukan untuk membina agar anak-anak punk ini tidak semakin kehilangan arah, mereka harus ada yang memperhatikan, harus ada yang peduli, sehingga mereka bisa berubah dan berguna bagi orang banyak," kata Dermawan kepada merdeka.com, Selasa (29/12).
Mantan Kapolsek Kalideres, Jakarta Barat ini menjelaskan, pembinaan yang dilakukan polisi adalah dengan memberikan pelatihan menyablon, desain komputer, dan bermusik. Diharapkan dengan pelatihan ini, para anak punk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

Kapolsek asuh anak punk Tangerang ©2015 merdeka.com/al amin
Dermawan menceritakan, saat memulai program tersebut, dirinya kesulitan mengumpulkan anak punk. Kebanyakan mereka menolak saat ditawarkan program tersebut.
"Awalnya anak-anak punk itu kabur dan menolak saat diajak ikut pembinaan. Tapi syukur, dengan pendekatan terus-menerus, mereka akhirnya mau bergabung," ujarnya.
Program pembinaan diikuti sekitar 25 anak punk dan telah berlangsung selama dua bulan. Mereka menjalani pembinaan setiap Selasa, mulai pukul 17.00 hingga 19.00 WIB.
Dermawan yang menggagas program ini menceritakan, saat dipindahkan berdinas di Jati Uwung, ia merasa kasihan melihat banyaknya anak punk di wilayahnya. Sebagian besar dari mereka mengamen di perempatan.
"Dari situ saya tergerak buat membina mereka. Anak punk juga manusia, mereka butuh kasih sayang dan perhatian kita semua," ujarnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya