Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolri Tito Bicara Peradaban Manusia, dari Naik Kuda Sampai Era Internet

Kapolri Tito Bicara Peradaban Manusia, dari Naik Kuda Sampai Era Internet Armada Baru Korpolairud. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Kapolri Jendral Tito Karnavian memberikan arahan kepada jajaran Humas Polri seluruh Indonesia di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/12). Dalam kesempatan itu, Tito menyampaikan pentingnya beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Mengulas buku karya Alvin Toffler tentang Tiga Perubahan Peradaban, Tito mengatakan, gelombang pertama perkembangan peradaban manusia terjadi saat ditemukannya cara beternak dan bercocok tanam. Masyarakat yang biasa hidup nomaden untuk bertahan hidup kemudian mulai membentuk dusun, kampung, desa, sampai berkembang menjadi kota dan negara.

"Gelombang kedua yang mengubah semua urusan manusia ketika terjadi revolusi industri. Tadinya naik kuda diganti naik sepeda motor, kendaraan lain, penemuan kereta api, pesawat. Berubah," tutur Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/12).

Tito melanjutkan, gelombang perubahan ketiga terbentuk setelah berkembangnya teknologi informasi. Terjadi revolusi di kehidupan manusia.

"Tahun 80-an ada fenomena globalisasi di mana dalam hitungan detik kita bisa tahu apa yang terjadi di tempat lain," jelas dia.

Di masa sekarang, kelahiran internet menjadi perubahan peradaban manusia gelombang keempat. Revolusi industri kini sangat bergantung dengan teknologi dunia maya.

"Kita sekarang memasuki era teknologi informasi internet dan seluruh dunia tidak bisa membendung. Ini mempengaruhi komunikasi juga. Sehingga berguna untuk internal memperkuat organisasi, maupun eksternal dalam rangka membangun hubungan dengan pihak luar," kata Tito.

Polri sebagai institusi besar negara harus mampu beradaptasi dalam perubahan peradaban tersebut. Di sinilah peran Divisi Humas menjadi penting dalam mengatur informasi demi stabilitas negara dan kamtibnas di masyarakat.

"Termasuk membangun opini publik baik untuk diri Polri sendiri," tutup Tito.

Reporter: Nanda Perdana PutraSumber: Liputan6.com

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP